Monday, December 8, 2025

Respon kabar kelahiran Yesus



Menyambut Natal: Bagaimana Kita Merespon Kabar Kelahiran Yesus?

Kisah kelahiran Yesus bukan hanya cerita tentang sebuah peristiwa besar dalam sejarah; itu adalah kisah tentang beragam respon manusia ketika Allah hadir ke dalam dunia. Setiap tokoh dalam peristiwa Natal menunjukkan sikap hati yang berbeda—dan dari merekalah kita belajar bagaimana menyambut Kristus hari ini.

1. Para Gembala: Orang Sederhana yang Dijumpai Allah (Luk 2:9)

Para gembala adalah kelompok yang sering dipandang rendah dalam masyarakat. Mereka tidak memiliki keahlian khusus atau kehormatan sosial. Namun justru kepada merekalah Allah pertama kali mengutus malaikat untuk membawa “kabar baik besar untuk seluruh bangsa”.

Ini menunjukkan bahwa inisiatif perjumpaan datang dari Allah, bukan kemampuan manusia. Tuhan tidak menunggu mereka menjadi lebih rohani atau lebih layak—Dia datang menghampiri mereka apa adanya.
Natal mengingatkan bahwa Allah tetap datang kepada kita, bahkan ketika kita merasa tidak layak atau tidak diperhitungkan.

2. Orang Majus: Orang Bijak yang Mencari Dengan Hati Haus (Mat 2:2)

Berbeda dari para gembala, orang Majus adalah kaum terpelajar, mampu membaca rasi bintang, dan punya sumber daya untuk melakukan perjalanan jauh. Mereka tidak dijumpai malaikat; mereka mencari sendiri tanda dari Tuhan dan mengikutinya hingga bertemu Yesus.

Orang Majus mengajarkan bahwa:

  • Tuhan menyambut mereka yang sungguh ingin mencari kebenaran.
  • Pencarian yang tulus selalu berakhir di hadapan Kristus.

Ada orang yang Tuhan hampiri, ada pula yang dipimpin-Nya untuk mencari. Keduanya sama berharga di mata Allah.

3. Imam dan Ahli Taurat: Tahu Banyak, tapi Tidak Merespon (Mat 2:4–6)

Ironisnya, orang yang paling tahu tentang nubuatan Mesias justru tidak bergerak sedikit pun untuk mencari-Nya. Mereka tahu jawaban kitab suci, tetapi tidak tergerak oleh kabar itu.

Ini adalah peringatan bagi setiap orang percaya:
Mengetahui firman bukan jaminan seseorang mengenal Yesus yang hidup.
Tanpa hati yang merespon, pengetahuan hanya tinggal informasi.

4. Herodes: Respon Penolakan dan Perlawanan (Mat 2:13)

Herodes mendengar kabar kelahiran Raja Yahudi, tetapi bukan sukacita yang muncul—melainkan ancaman dan ketakutan. Ia takut tahtanya terganggu, sehingga ia mencari cara untuk membunuh Yesus.

Sampai hari ini masih ada orang yang menolak Allah bukan karena tidak mengerti, tetapi karena takut Kristus mengganggu zona nyaman atau ambisi mereka.
Natal mengingatkan bahwa Injil selalu menuntut keputusan: menerima atau menolak.

5. Simeon dan Hana: Respon Penantian yang Setia (Luk 2:25–26)

Simeon dan Hana adalah gambaran orang-orang yang hidup dengan pengharapan. Mereka terus berdoa, menantikan janji Allah bertahun-tahun. Dan ketika akhirnya mereka melihat Yesus, hati mereka dipenuhi syukur dan damai.

Mereka mengajarkan kita bahwa:

  • Janji Tuhan tidak pernah terlambat.
  • Hati yang setia menunggu akan dipuaskan pada waktu Tuhan.

Natal adalah momen merayakan Allah yang menepati janji-Nya.


Penutup: Tahun Ini, Seperti Siapakah Respon Kita?

Natal menawarkan pertanyaan yang sangat pribadi:

  • Apakah kita seperti gembala, yang bersedia menerima kasih karunia Allah apa adanya?
  • Seperti orang Majus, yang mencari dan mengikuti terang sampai menemukan Yesus?
  • Seperti imam dan ahli Taurat, tahu banyak tetapi tidak bergerak?
  • Atau seperti Herodes, yang takut kehilangan kendali sehingga menolak Kristus?
  • Atau seperti Simeon dan Hana, yang menyambut janji Allah dengan syukur?

Natal bukan sekadar perayaan, tetapi undangan untuk merespon Tuhan yang datang menjumpai kita.

Kiranya tahun ini kita menyambut Yesus dengan hati yang terbuka, penuh syukur, dan siap mengikuti pimpinan-Nya. Selamat menyambut Natal! 🎄✨

Tuesday, November 11, 2025

Saat kuberdoa...

 1 sept 2025

Doa rantai bersama JDA atas apa yang terjadi di bangsa ini. 


Dengan darah-Mu, Kau tebus Indonesia

Dengan nyawa-Mu, Kau tukar Indonesia,

Kini Indonesia s'penuhnya milik-Mu

Indonesia anak-Mu!


Anugerah Bapa mengalir atas Indonesia.

🙏🙏🙏

Saya mulai berdoa, dan Roh Kudus menuntun saya bagaimana saya harus berdoa. suatu yang baru yang tidak pernah saya lakukan sendiri. saya mengambil roti dan anggur perjamuan kudus memateraikan doa2 saya agar Indonesia dilimpahi anugerah Allah. Amin.

IMADEO

 29 Agustus 2025 Market place gathering. 

Yang saya rasakan adalah ada keluarga baru yang perlu dikasihi, diterima satu dgn yg lain, menjadi keluarga yang saling membangun. 

Dan mandat baru diberikan ketika Saya, kriswanti, oscar, gilrandy  dipanggil utk didoakan menjadi benih Universitas Nusantara Baru.
Satu orang yang juga saya pikirkan punya panggilan yang sama menjadi benih adalah Popo Sasmita yang ada di Surabaya. 

di musim ini saya sedang mengerjakan PT. Imadeo Elbethel Indonesia, perusahaan bisnis inkubasi yang mengembangkan bisnis berapa bisnis yang ada:
1. Sekolah Nusantara Baru
2. Sekolah Programming Indonesia
3. Konek Aplikasi / INN / BMTV / Imadeo Creative
4. Rumah Bakpao
5. Imadeo Kuliner Nusantara
6. Sekolah Musik Taman Surya
7. Elbethel Music Academy

apa yang sedang saya kerjakan ini, saya percaya ini adalah mandat yang Tuhan kasi untuk membangun ladang-ladang pekerjaan Tuhan. Dimana setiap bisnis, akan menjadi tempat untuk setiap orang mengalami kasih Tuhan, mendidik orang-orang dengan nilai2 kebenaran, menjadi rumah untuk bertumbuh bersama. 

Hari ini saya diingatkan dalam buku yang saya baca "Mengalami Kemustahilan" - Bill Johnson, dikatakan bahwa doa bukan seperti mesin penjual otomatis yang maksudnya kita memasukkan permintaan-permintaan kita dan jika kita beruntung kita mendapatkan jawaban yang kita inginkan. Melainkan, doa adalah sebuah hubungan dengan ALLAH. Dimana Allah membawa kita kepada tujuan kekal yaitu memerintah bersama ALLAH. 

Saya berdoa, 
suatu kehormatan bagi saya menerima mandat dan janji Allah bagi saya mengerjakan IMADEO Elbethel Indonesia. saya menjadi rekan Allah untuk menggenapi setiap janji dan mandat yang Tuhan beri. saya berdoa mulai dari "gudang" yang sudah diberikan, untuk menjadikan gudang ini tempat Allah memerintah melalui IMADEO. Amin!


SEA Fire Conference

 24 agust 2025 

Doa memasuki SEA fire conference:

Seperti nubuatan dari hambaNya di Jerman bahwa akan ada "mighty move od the spirit" di mulai di Surabaya. Saya percaya akan ada sesuatu yang Tuhan akan kerjakan di Surabaya. Saya melihat seperti banyak orang menunggu guncangan air di Kolam  Bethesda untuk cepat2 melompat masuk ke dalam kolam. Namun bagi orang lumpuh yang puluhan menunggu guncangan menjadi mustahil utk dapat masuk dengan cepat, sampai Yesus hadir dan berkata, "angkatlah tilammu dan berjalanlah."

Yang kami perlukan Tuhan, Engkau hadir! Menembus keterbatasan kami untuk dapat melompat, menembus keraguan iman kami, namun kami mau percaya kehadiranMu akan merubah sesuatu, akan menghidupkan sesuatu. 

Dan Surabaya telah menjadi benih bagi Saya selama 4 tahun untuk bertumbuh dan Saya berdoa, ketika Saya datang kembali ke Surabaya besok, saya mau ditanam lagi jadi benih yang bertumbuh, tidak hanya menghasilkan 1 buah, tetapi banyak buah yang akan bermultiplikasi.

6 Sept 2025

Apa yang saya alami di Sea Fire Conference?

HambaNya Ps. Randolp dari Jerman impartasi panggilan sebagai pendoa syafaat. seperti Nabi Hana (Luk 2:36-39) yang terus berdoa agar Juruselamat datang, meskipun bukan Nabi Hana yang melahirkan Yesus, melainkan Maria, tapi ada orang2 yang terus berdoa untuk janji Allah akan revival.
Impartasi ini, memanggil kita untuk berdiri bagi generasi ini, untuk janji2 Allah digenapi. Dan saya menangkap panggilan ini untuk berdiri dan berdoa bagi generasi ini. 

Di akhir sesi, kami melihat anak2 usia muda Reza16th dan Qesita18th mengalami seperti sakit bersalin. Dan tidak hanya mereka berdua, tetapi ada beberapa anak mengalami. kami dipanggil untuk berdoa bagi mereka. ketika saya maju dan berdoa bagi mereka. saya melihat seperti seorang ibu yang sedang merintih kesakitan yang sangat luar biasa karna bersalin (karna saya pernah bersalin normal). Saya berdoa, "Tuhan, jangan ada kematian generasi." 
Saya melihat Kak Kiki, teman pelayanan sekolah minggu, saya menggandeng tangannya dan mengajak berdoa, "kita adalah bidan2 rohani, kita sepakat jangan ada generasi yang mati." dan kami diteguhkan dengan doa ibu Lili dari Papua untuk menjadi Sipra dan Pua bagi kelahiran generasi ini.


Monday, February 10, 2025

GEMBALAKANLAH DOMBA-DOMBAKU!

 Yohanes 21:15-19
Perikop: Gembalakanlah domba-dombaKu

Pertemuan Yesus dengan Petrus setelah kebangkitan-Nya adalah momen yang sangat penting dalam Injil Yohanes. Yesus menanyakan kasih Petrus kepada-Nya dan menunjuk Petrus sebagai pemimpin untuk menggembalakan domba-domba-Nya. 

I. Pengakuan Kasih (Yohanes 21:15-17)

Kasih seperti apa yang Yesus inginkan dari Petrus sampai 3x Dia bertanya kepada Petrus? seakan Yesus berkata, "Petrus, apakah engkau mengasihi Aku? mengapa engkau menyangkal Aku?"
Petrus adalah murid Yesus, yang bersama2 dengan Yesus, melihat kehidupan Yesus, namun menyangkal Yesus. kali ini Yesus memberi kesempatan kepada Petrus utk mengasihi Yesus dengan kasih yang sejati. 

1 Kor 13:1-13 adalah guideline yang jelas untuk kita hidup dalam kasih yang sejati. Ayat-ayat kasih ini berbicara kuat untuk kita menerapkan kasih yang sejati, tanpa syarat. seperti perintah baru dalam Yoh 13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

1. Kasih lebih dari kata-kata
2. Kasih lebih dari karunia
3. Kasih lebih dari penderitaan
4. Kasih itu sabar
5. Kasih itu murah hati
6. Kasih itu tidak cemburu
7. Kasih itu tidak sombong
8. Kasih itu tidak melakukan yang tidak sopan
9. Kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri
10. Kasih itu tidak pemarah
11. Kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain
13. Kasih itu keadilan dan kebenaran
14. Kasih itu menutupi segala sesuatu
15. Kasih itu percaya segala sesuatu
16. Kasih itu mengharapkan segala sesuatu
17. Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu
18. Kasih itu tidak berkesudahan (everlasting love)

kasih menjadi dasar untuk memulai atau mengerjakan pengembalaan. meskipun tidak semua kita ketua small group, atau komunitas, tapi kita dipanggil untuk mengerjakan tugas pengembalaan. untuk lingkup kita ini, adalah anak2 yang kita layani. 

Sharing: melayani KC Tengah, Kasih mengerjakan pelayanan bukan sebagai suatu perintah, tapi sukacita.

II. Panggilan untuk Menggembalakan (Yohanes 21:16-17)

Yesus menunjuk Petrus sebagai pemimpin untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Ini adalah panggilan yang besar, karena Petrus harus siap untuk melayani dan mengorbankan dirinya untuk Tuhan. Panggilan ini tidak hanya untuk Petrus, tetapi juga untuk kita semua. Kita semua dipanggil untuk menggembalakan domba-domba-Nya, yaitu orang-orang yang belum mengenal Tuhan.


III. Pengorbanan dan Kepatuhan (Yohanes 21:18-19)

Yesus mengingatkan Petrus bahwa ia akan mengalami pengorbanan dan kesulitan dalam pelayanannya. Petrus harus siap untuk mengulurkan tangan dan membiarkan orang lain mengikatnya, yang berarti dia harus siap untuk mengorbankan kebebasan dan kemandiriannya. Ini adalah contoh dari pengorbanan dan kepatuhan yang harus kita lakukan dalam pelayanan kita.


Kesimpulan

Panggilan untuk menggembalakan domba-domba-Nya adalah panggilan yang besar dan penting. Kita harus memiliki kasih yang sejati kepada Tuhan dan siap untuk melayani dan mengorbankan diri kita untuk-Nya. Mari kita memperbarui komitmen kita untuk menggembalakan domba-domba-Nya dan melakukan kehendak-Nya dalam hidup kita.

Monday, August 26, 2024

KODRAT ILAHI

 Apa sih kodrat Ilahi? 
    Kodrat Ilahi merujuk kepada sifat dan karakteristik Allah yang penuh kasih, kebaikan, keadilan. 

Kodrat Ilahi bukan hasil usaha kita manusia, tapi "buah" dari hidup dipimpin Roh Kudus. Kodrat Ilahi berbeda dengan talenta. 

2 Petrus 1:3-9 Karena kuasa g  ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh 1  oleh pengenalan kita akan Dia, h  yang telah memanggil kita i  oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji j  yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat k  ilahi 2 , dan luput dari hawa nafsu l  duniawi yang membinasakan dunia. 1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu 3  kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, m  1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, n  kepada penguasaan diri ketekunan, o  dan kepada ketekunan kesalehan, p  1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih q  akan semua orang. 1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil r  dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, s  Tuhan kita. 1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta t  dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya u  yang dahulu telah dihapuskan.

ayat 3: oleh anugerahNya --> kita menerima segala sesuatu untuk mejadi serupa dengan Allah dan melakukan pekerjaanNya.

ayat 4: mengambil bagian dalam kodrat ilahi --> undangan untuk memunculkan sifat2 Ilahi.

ayat 5: dimulai dari iman

ayat 7: diakhiri dengan kasih

ayat 8: sifat2 Ilahi yang muncul dari dirimu, akan menolongmu menjadi serupa dengan Allah dan melakukan pekerjaanNya.

ayat 9: buta dan picik --> sifat2 Ilahi yang tidak muncul, akan membuat kita kabur mengerjakan pekerjaan/panggilanNya atau tidak bisa melihat dengan luas pekerjaan panggilanNya, dan membuat kita menganggap remeh kasih karuniaNya.

kodrat Ilahi bukan hasil usaha kita manusia, tapi "buah" dari hidup dipimpin Roh Kudus. ketika kita lahir baru, Roh Kudus memimpin hidup kita. Hidup baru ini bertolak dari iman dengan aktif/intim dalam Firman, doa, persekutuan sehingga membuahkan buah Roh atau kodrat Ilahi atau sifat Ilahi. Buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri. Sedangkan lawan dari buah Roh adalah perbuatan daging yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Berbeda dengan talenta, talenta diberikan oleh Tuhan dan perlu diusahakan atau dilipatgandakan. tetap akan tetap menjadi 1 talenta kalau tidak diusahakan. 

Aplikasi sebagai guru sekolah minggu yaitu, kita bisa mengasihi anak2 kita karna itu lahir/buah/ muncul dari respon kita bersekutu dengan Tuhan (hidup dipimpin Roh Kudus). Sedangkan, cara mengajar kita menjadi semakin bagus, kreatif itu karena kita belajar mengembangkan kapasitas/talenta yang Tuhan beri. 

sebuah ilustrasi mengambil bagian dalam kodrat Ilahi yaitu seperti kita berenang di sungai yang memiliki arus yang deras. arus yang deras itu adalah dunia dengan perbuatan dagingnya, kita tidak boleh pasif atau diam saja, kita harus terus bergerak dengan hidup dipimpin Roh Kudus untuk bisa sampai ke tujuan Ilahi ditengah derasnya arus dunia.


Sunday, May 23, 2021

Kisah Para Rasul 1-8

 Roh Kudus yang dicurahkan kepada murid2 Yesus membuat keberanian Dan mujizat menyertai mereka. 

Apa yang terjadi terhadap Yesus Ketika memberitakan kabar Mesias juruselamat, terjadi juga terhadap Petrus Dan Yohanes. Petrus dengan berani menyatakan Yesus adalah Tuhan Dan Kristus, dia juga menyembuhkan orang lumpuh, harus mengalami sidang dari pemuka agama sama seperti Yesus.

Namun bukan hanya Petrus Dan Yohanes, ada Stefanus, ada Filipus Dan Rasul2 lainnya yang bangkit menjadi saksi Dan melakukan mujizat oleh kuasa Roh Kudus Dan harus mengalami sidang.

Kuasa Roh Kudus membangkitkan/melahirkan tidak hanya 1 orang, tetapi banyak orang. Tidak lagi hanya Yesus sendiri yang dilahirkan, tapi orang2 yang percaya dalam nama Yesus adalah Mesias juruselamat Dan menerima Roh Kudus. 

Para imam besar, orang saduki yang tidak percaya Yesus adalah Mesias sangat menentang Rasul2. Kis 5:17 mengatakan mereka bertindak karena sangat iri hati. Dan hati mereka sangat tertusuk mendengar perkataan Rasul2 kis 5:33, kis 7:54.

Bahkan sampai sekarang, masih ada orang Yahudi yang belum percaya Yesus adalah Mesias, Dan mereka masih menanti Mesias Itu datang. 

Ditengah kuasa Roh Kudus yang dicurahkan ada kisah ananias Dan safira yang tidak tulus memberi. Kis 5:3 dikatakan mengapa engkau mendustai Roh Kudus? 

Dan di kis 8:18-21 ada penyihir yang bernama Simon di Samaria. Simon menawarkan sejumlah uang kepada Rasul2 utk mendapatkan Roh Kudus. Tapi petrus menjawab engkau tidak dapat membeli karunia Allah dengan uang. Hatimu tidak lurus, bertobatlah!

Mendustai Roh Kudus Dan membeli karunia Allah mendatangkan murka Allah.