Menyambut Natal: Bagaimana Kita Merespon Kabar Kelahiran Yesus?
Kisah kelahiran Yesus bukan hanya cerita tentang sebuah peristiwa besar dalam sejarah; itu adalah kisah tentang beragam respon manusia ketika Allah hadir ke dalam dunia. Setiap tokoh dalam peristiwa Natal menunjukkan sikap hati yang berbeda—dan dari merekalah kita belajar bagaimana menyambut Kristus hari ini.
1. Para Gembala: Orang Sederhana yang Dijumpai Allah (Luk 2:9)
Para gembala adalah kelompok yang sering dipandang rendah dalam masyarakat. Mereka tidak memiliki keahlian khusus atau kehormatan sosial. Namun justru kepada merekalah Allah pertama kali mengutus malaikat untuk membawa “kabar baik besar untuk seluruh bangsa”.
Ini menunjukkan bahwa inisiatif perjumpaan datang dari Allah, bukan kemampuan manusia. Tuhan tidak menunggu mereka menjadi lebih rohani atau lebih layak—Dia datang menghampiri mereka apa adanya. Natal mengingatkan bahwa Allah tetap datang kepada kita, bahkan ketika kita merasa tidak layak atau tidak diperhitungkan.
2. Orang Majus: Orang Bijak yang Mencari Dengan Hati Haus (Mat 2:2)
Berbeda dari para gembala, orang Majus adalah kaum terpelajar, mampu membaca rasi bintang, dan punya sumber daya untuk melakukan perjalanan jauh. Mereka tidak dijumpai malaikat; mereka mencari sendiri tanda dari Tuhan dan mengikutinya hingga bertemu Yesus.
Orang Majus mengajarkan bahwa:
Tuhan menyambut mereka yang sungguh ingin mencari kebenaran.
Pencarian yang tulus selalu berakhir di hadapan Kristus.
Ada orang yang Tuhan hampiri, ada pula yang dipimpin-Nya untuk mencari. Keduanya sama berharga di mata Allah.
3. Imam dan Ahli Taurat: Tahu Banyak, tapi Tidak Merespon (Mat 2:4–6)
Ironisnya, orang yang paling tahu tentang nubuatan Mesias justru tidak bergerak sedikit pun untuk mencari-Nya. Mereka tahu jawaban kitab suci, tetapi tidak tergerak oleh kabar itu.
Ini adalah peringatan bagi setiap orang percaya:
Mengetahui firman bukan jaminan seseorang mengenal Yesus yang hidup. Tanpa hati yang merespon, pengetahuan hanya tinggal informasi.
4. Herodes: Respon Penolakan dan Perlawanan (Mat 2:13)
Herodes mendengar kabar kelahiran Raja Yahudi, tetapi bukan sukacita yang muncul—melainkan ancaman dan ketakutan. Ia takut tahtanya terganggu, sehingga ia mencari cara untuk membunuh Yesus.
Sampai hari ini masih ada orang yang menolak Allah bukan karena tidak mengerti, tetapi karena takut Kristus mengganggu zona nyaman atau ambisi mereka.
Natal mengingatkan bahwa Injil selalu menuntut keputusan: menerima atau menolak.
5. Simeon dan Hana: Respon Penantian yang Setia (Luk 2:25–26)
Simeon dan Hana adalah gambaran orang-orang yang hidup dengan pengharapan. Mereka terus berdoa, menantikan janji Allah bertahun-tahun. Dan ketika akhirnya mereka melihat Yesus, hati mereka dipenuhi syukur dan damai.
Mereka mengajarkan kita bahwa:
Janji Tuhan tidak pernah terlambat.
Hati yang setia menunggu akan dipuaskan pada waktu Tuhan.
Natal adalah momen merayakan Allah yang menepati janji-Nya.
Penutup: Tahun Ini, Seperti Siapakah Respon Kita?
Natal menawarkan pertanyaan yang sangat pribadi:
Apakah kita seperti gembala, yang bersedia menerima kasih karunia Allah apa adanya?
Seperti orang Majus, yang mencari dan mengikuti terang sampai menemukan Yesus?
Seperti imam dan ahli Taurat, tahu banyak tetapi tidak bergerak?
Atau seperti Herodes, yang takut kehilangan kendali sehingga menolak Kristus?
Atau seperti Simeon dan Hana, yang menyambut janji Allah dengan syukur?
Natal bukan sekadar perayaan, tetapi undangan untuk merespon Tuhan yang datang menjumpai kita.
Kiranya tahun ini kita menyambut Yesus dengan hati yang terbuka, penuh syukur, dan siap mengikuti pimpinan-Nya. Selamat menyambut Natal! 🎄✨
Doa rantai bersama JDA atas apa yang terjadi di bangsa ini.
Dengan darah-Mu, Kau tebus Indonesia
Dengan nyawa-Mu, Kau tukar Indonesia,
Kini Indonesia s'penuhnya milik-Mu
Indonesia anak-Mu!
Anugerah Bapa mengalir atas Indonesia.
🙏🙏🙏
Saya mulai berdoa, dan Roh Kudus menuntun saya bagaimana saya harus berdoa. suatu yang baru yang tidak pernah saya lakukan sendiri. saya mengambil roti dan anggur perjamuan kudus memateraikan doa2 saya agar Indonesia dilimpahi anugerah Allah. Amin.
Yang saya rasakan adalah ada keluarga baru yang perlu dikasihi, diterima satu dgn yg lain, menjadi keluarga yang saling membangun.
Dan mandat baru diberikan ketika Saya, kriswanti, oscar, gilrandy dipanggil utk didoakan menjadi benih Universitas Nusantara Baru. Satu orang yang juga saya pikirkan punya panggilan yang sama menjadi benih adalah Popo Sasmita yang ada di Surabaya.
di musim ini saya sedang mengerjakan PT. Imadeo Elbethel Indonesia, perusahaan bisnis inkubasi yang mengembangkan bisnis berapa bisnis yang ada: 1. Sekolah Nusantara Baru 2. Sekolah Programming Indonesia 3. Konek Aplikasi / INN / BMTV / Imadeo Creative 4. Rumah Bakpao 5. Imadeo Kuliner Nusantara 6. Sekolah Musik Taman Surya 7. Elbethel Music Academy
apa yang sedang saya kerjakan ini, saya percaya ini adalah mandat yang Tuhan kasi untuk membangun ladang-ladang pekerjaan Tuhan. Dimana setiap bisnis, akan menjadi tempat untuk setiap orang mengalami kasih Tuhan, mendidik orang-orang dengan nilai2 kebenaran, menjadi rumah untuk bertumbuh bersama.
Hari ini saya diingatkan dalam buku yang saya baca "Mengalami Kemustahilan" - Bill Johnson, dikatakan bahwa doa bukan seperti mesin penjual otomatis yang maksudnya kita memasukkan permintaan-permintaan kita dan jika kita beruntung kita mendapatkan jawaban yang kita inginkan. Melainkan, doa adalah sebuah hubungan dengan ALLAH. Dimana Allah membawa kita kepada tujuan kekal yaitu memerintah bersama ALLAH.
Saya berdoa, suatu kehormatan bagi saya menerima mandat dan janji Allah bagi saya mengerjakan IMADEO Elbethel Indonesia. saya menjadi rekan Allah untuk menggenapi setiap janji dan mandat yang Tuhan beri. saya berdoa mulai dari "gudang" yang sudah diberikan, untuk menjadikan gudang ini tempat Allah memerintah melalui IMADEO. Amin!
Seperti nubuatan dari hambaNya di Jerman bahwa akan ada "mighty move od the spirit" di mulai di Surabaya. Saya percaya akan ada sesuatu yang Tuhan akan kerjakan di Surabaya. Saya melihat seperti banyak orang menunggu guncangan air di Kolam Bethesda untuk cepat2 melompat masuk ke dalam kolam. Namun bagi orang lumpuh yang puluhan menunggu guncangan menjadi mustahil utk dapat masuk dengan cepat, sampai Yesus hadir dan berkata, "angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Yang kami perlukan Tuhan, Engkau hadir! Menembus keterbatasan kami untuk dapat melompat, menembus keraguan iman kami, namun kami mau percaya kehadiranMu akan merubah sesuatu, akan menghidupkan sesuatu.
Dan Surabaya telah menjadi benih bagi Saya selama 4 tahun untuk bertumbuh dan Saya berdoa, ketika Saya datang kembali ke Surabaya besok, saya mau ditanam lagi jadi benih yang bertumbuh, tidak hanya menghasilkan 1 buah, tetapi banyak buah yang akan bermultiplikasi.
6 Sept 2025
Apa yang saya alami di Sea Fire Conference?
HambaNya Ps. Randolp dari Jerman impartasi panggilan sebagai pendoa syafaat. seperti Nabi Hana (Luk 2:36-39) yang terus berdoa agar Juruselamat datang, meskipun bukan Nabi Hana yang melahirkan Yesus, melainkan Maria, tapi ada orang2 yang terus berdoa untuk janji Allah akan revival. Impartasi ini, memanggil kita untuk berdiri bagi generasi ini, untuk janji2 Allah digenapi. Dan saya menangkap panggilan ini untuk berdiri dan berdoa bagi generasi ini.
Di akhir sesi, kami melihat anak2 usia muda Reza16th dan Qesita18th mengalami seperti sakit bersalin. Dan tidak hanya mereka berdua, tetapi ada beberapa anak mengalami. kami dipanggil untuk berdoa bagi mereka. ketika saya maju dan berdoa bagi mereka. saya melihat seperti seorang ibu yang sedang merintih kesakitan yang sangat luar biasa karna bersalin (karna saya pernah bersalin normal). Saya berdoa, "Tuhan, jangan ada kematian generasi." Saya melihat Kak Kiki, teman pelayanan sekolah minggu, saya menggandeng tangannya dan mengajak berdoa, "kita adalah bidan2 rohani, kita sepakat jangan ada generasi yang mati." dan kami diteguhkan dengan doa ibu Lili dari Papua untuk menjadi Sipra dan Pua bagi kelahiran generasi ini.
Pertemuan Yesus dengan Petrus setelah kebangkitan-Nya adalah momen yang sangat penting dalam Injil Yohanes. Yesus menanyakan kasih Petrus kepada-Nya dan menunjuk Petrus sebagai pemimpin untuk menggembalakan domba-domba-Nya.
I. Pengakuan Kasih (Yohanes 21:15-17)
Kasih seperti apa yang Yesus inginkan dari Petrus sampai 3x Dia bertanya kepada Petrus? seakan Yesus berkata, "Petrus, apakah engkau mengasihi Aku? mengapa engkau menyangkal Aku?" Petrus adalah murid Yesus, yang bersama2 dengan Yesus, melihat kehidupan Yesus, namun menyangkal Yesus. kali ini Yesus memberi kesempatan kepada Petrus utk mengasihi Yesus dengan kasih yang sejati.
1 Kor 13:1-13 adalah guideline yang jelas untuk kita hidup dalam kasih yang sejati. Ayat-ayat kasih ini berbicara kuat untuk kita menerapkan kasih yang sejati, tanpa syarat. seperti perintah baru dalam Yoh 13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
1. Kasih lebih dari kata-kata 2. Kasih lebih dari karunia 3. Kasih lebih dari penderitaan 4. Kasih itu sabar 5. Kasih itu murah hati 6. Kasih itu tidak cemburu 7. Kasih itu tidak sombong 8. Kasih itu tidak melakukan yang tidak sopan 9. Kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri 10. Kasih itu tidak pemarah 11. Kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain 13. Kasih itu keadilan dan kebenaran 14. Kasih itu menutupi segala sesuatu 15. Kasih itu percaya segala sesuatu 16. Kasih itu mengharapkan segala sesuatu 17. Kasih itu sabar menanggung segala sesuatu 18. Kasih itu tidak berkesudahan (everlasting love)
kasih menjadi dasar untuk memulai atau mengerjakan pengembalaan. meskipun tidak semua kita ketua small group, atau komunitas, tapi kita dipanggil untuk mengerjakan tugas pengembalaan. untuk lingkup kita ini, adalah anak2 yang kita layani.
Sharing: melayani KC Tengah, Kasih mengerjakan pelayanan bukan sebagai suatu perintah, tapi sukacita.
II. Panggilan untuk Menggembalakan (Yohanes 21:16-17)
Yesus menunjuk Petrus sebagai pemimpin untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Ini adalah panggilan yang besar, karena Petrus harus siap untuk melayani dan mengorbankan dirinya untuk Tuhan. Panggilan ini tidak hanya untuk Petrus, tetapi juga untuk kita semua. Kita semua dipanggil untuk menggembalakan domba-domba-Nya, yaitu orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
III. Pengorbanan dan Kepatuhan (Yohanes 21:18-19)
Yesus mengingatkan Petrus bahwa ia akan mengalami pengorbanan dan kesulitan dalam pelayanannya. Petrus harus siap untuk mengulurkan tangan dan membiarkan orang lain mengikatnya, yang berarti dia harus siap untuk mengorbankan kebebasan dan kemandiriannya. Ini adalah contoh dari pengorbanan dan kepatuhan yang harus kita lakukan dalam pelayanan kita.
Kesimpulan
Panggilan untuk menggembalakan domba-domba-Nya adalah panggilan yang besar dan penting. Kita harus memiliki kasih yang sejati kepada Tuhan dan siap untuk melayani dan mengorbankan diri kita untuk-Nya. Mari kita memperbarui komitmen kita untuk menggembalakan domba-domba-Nya dan melakukan kehendak-Nya dalam hidup kita.
Apa sih kodrat Ilahi? Kodrat Ilahi merujuk kepada sifat dan karakteristik Allah yang penuh kasih, kebaikan, keadilan.
Kodrat Ilahi bukan hasil usaha kita manusia, tapi "buah" dari hidup dipimpin Roh Kudus. Kodrat Ilahi berbeda dengan talenta.
2 Petrus 1:3-9 Karena kuasag ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh1 oleh pengenalan kita akan Dia,h yang telah memanggil kitai oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janjij yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodratk ilahi2, dan luput dari hawa nafsul duniawi yang membinasakan dunia. 1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu3 kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,m1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri,n kepada penguasaan diri ketekunan,o dan kepada ketekunan kesalehan,p1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasihq akan semua orang. 1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasilr dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus,s Tuhan kita. 1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi butat dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanyau yang dahulu telah dihapuskan.
ayat 3: oleh anugerahNya --> kita menerima segala sesuatu untuk mejadi serupa dengan Allah dan melakukan pekerjaanNya.
ayat 4: mengambil bagian dalam kodrat ilahi --> undangan untuk memunculkan sifat2 Ilahi.
ayat 5: dimulai dari iman
ayat 7: diakhiri dengan kasih
ayat 8: sifat2 Ilahi yang muncul dari dirimu, akan menolongmu menjadi serupa dengan Allah dan melakukan pekerjaanNya.
ayat 9: buta dan picik --> sifat2 Ilahi yang tidak muncul, akan membuat kita kabur mengerjakan pekerjaan/panggilanNya atau tidak bisa melihat dengan luas pekerjaan panggilanNya, dan membuat kita menganggap remeh kasih karuniaNya.
kodrat Ilahi bukan hasil usaha kita manusia, tapi "buah" dari hidup dipimpin Roh Kudus. ketika kita lahir baru, Roh Kudus memimpin hidup kita. Hidup baru ini bertolak dari iman dengan aktif/intim dalam Firman, doa, persekutuan sehingga membuahkan buah Roh atau kodrat Ilahi atau sifat Ilahi. Buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri. Sedangkan lawan dari buah Roh adalah perbuatan daging yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Berbeda dengan talenta, talenta diberikan oleh Tuhan dan perlu diusahakan atau dilipatgandakan. tetap akan tetap menjadi 1 talenta kalau tidak diusahakan.
Aplikasi sebagai guru sekolah minggu yaitu, kita bisa mengasihi anak2 kita karna itu lahir/buah/ muncul dari respon kita bersekutu dengan Tuhan (hidup dipimpin Roh Kudus). Sedangkan, cara mengajar kita menjadi semakin bagus, kreatif itu karena kita belajar mengembangkan kapasitas/talenta yang Tuhan beri.
sebuah ilustrasi mengambil bagian dalam kodrat Ilahi yaitu seperti kita berenang di sungai yang memiliki arus yang deras. arus yang deras itu adalah dunia dengan perbuatan dagingnya, kita tidak boleh pasif atau diam saja, kita harus terus bergerak dengan hidup dipimpin Roh Kudus untuk bisa sampai ke tujuan Ilahi ditengah derasnya arus dunia.
Roh Kudus yang dicurahkan kepada murid2 Yesus membuat keberanian Dan mujizat menyertai mereka.
Apa yang terjadi terhadap Yesus Ketika memberitakan kabar Mesias juruselamat, terjadi juga terhadap Petrus Dan Yohanes. Petrus dengan berani menyatakan Yesus adalah Tuhan Dan Kristus, dia juga menyembuhkan orang lumpuh, harus mengalami sidang dari pemuka agama sama seperti Yesus.
Namun bukan hanya Petrus Dan Yohanes, ada Stefanus, ada Filipus Dan Rasul2 lainnya yang bangkit menjadi saksi Dan melakukan mujizat oleh kuasa Roh Kudus Dan harus mengalami sidang.
Kuasa Roh Kudus membangkitkan/melahirkan tidak hanya 1 orang, tetapi banyak orang. Tidak lagi hanya Yesus sendiri yang dilahirkan, tapi orang2 yang percaya dalam nama Yesus adalah Mesias juruselamat Dan menerima Roh Kudus.
Para imam besar, orang saduki yang tidak percaya Yesus adalah Mesias sangat menentang Rasul2. Kis 5:17 mengatakan mereka bertindak karena sangat iri hati. Dan hati mereka sangat tertusuk mendengar perkataan Rasul2 kis 5:33, kis 7:54.
Bahkan sampai sekarang, masih ada orang Yahudi yang belum percaya Yesus adalah Mesias, Dan mereka masih menanti Mesias Itu datang.
Ditengah kuasa Roh Kudus yang dicurahkan ada kisah ananias Dan safira yang tidak tulus memberi. Kis 5:3 dikatakan mengapa engkau mendustai Roh Kudus?
Dan di kis 8:18-21 ada penyihir yang bernama Simon di Samaria. Simon menawarkan sejumlah uang kepada Rasul2 utk mendapatkan Roh Kudus. Tapi petrus menjawab engkau tidak dapat membeli karunia Allah dengan uang. Hatimu tidak lurus, bertobatlah!
Mendustai Roh Kudus Dan membeli karunia Allah mendatangkan murka Allah.
Kisah RAHAB tertulis dalam Yosua pasal 2 dimana Rahab menyembunyikan mata2 yang dikirim Yosua.
Siapakah Rahab? Bukankah dia seorang berdosa yang pasti dikucilkan di Tengah kondisi masyarakat saat Itu?
Tetapi Matius 1:5 menulis Rahab dalam silsilah kelahiran Yesus. Ibr 11:31 mencatat Rahab sebagai Saksi iman. Dan Yakobus 2:25 Rahab dibenarkan karna perbuatan2nya.
Seburuk apapun Hidup Kita, anugerahNya cukup mengubah Dan memulihkan Hidup Kita.
Iman yang sekecil pun, dimata Tuhan adalah pencapaian terbesar manusia untuk mendekat kepadaNya.
Ambil langkah iman! Karena iman tanpa perbuatan mati.
Ketakutan Rahab atas apa yang akan menimpa bangsanya membuat dia berani mengambil langkah menyembunyikan mata2 Israel.
Inilah kasih karunia! Ditengah ketakutan, tekanan, masalah, ada pengharapan yang muncul. Bukan oleh kekuatan manusia, tapi iman percaya kepada Allah Israel.
Yosua 2:9 (TB) dan berkata kepada orang-orang itu: "Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu.
Yesus berada di Bait Allah untuk mengajar orang banyak (Yoh 7:14) dan respon para pendengar ajaran Yesus bermacam-macam:
1. Takjub (Yoh 7:15).
2. Pertentangan (Yoh 7:25)
3. Menolak dan ingin menangkap Yesus (Yoh 7:30,32)
4. Percaya (Yoh 7:31)
Apa yang mereka pertentangkan?
Yoh 7:26-27 Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Yoh 7:27 Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya.
Mereka mempertentangkan apakah Yesus benar-benar Mesias yang mereka nantikan. Bagi mereka, Mesias akan datang tiba-tiba. tetapi Yesus, mereka tahu dari mana asalNya.
Jawab Yesus:
Yoh 7:28-29 Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.
Yesus menunjukkan bahwa tidak penting mencari tanda-tanda Mesias tetapi Hidup dalam rencana Bapa (mandat ilahi) lebih penting.
Seberapa sering Kita bertanya apakah Yesus adalah Tuhan? Dimana mujizatNya? Mengapa orang lain diberkati Saya tidak? Kita mencari tanda-tanda lahiriah. Namun Itu bukanlah esensi.
Yesus datang karna diutus BapaNya. Apa yang Bapa kehendaki, Itu yang Yesus lakukan. Yesus tidak mengerjakan diluar dari kehendak BapaNya. Yesus menggenapi rencana BapaNya. Hidup dalam rencanaNya lebih penting dari mengejar berkat2Nya. Tinggal didalam Dia, mengerti isi hatiNya, apa yang sedang Dia kerjakan, mengenal Dia lebih dalam, menjadi bagian dalam misi Dan rencanaNya lebih penting dari mengejar atau mencari berkat demi berkat, pemulihan demi pemulihan. Apakah Tuhan tidak ingin memulihkan Kita? Memberkati Kita? Dia Bapa yang mengetahui apa yang Kita perlukan, namun sekali lagi, marilah Kita meneladani Yesus. Ketika Dia dihalang-halangi, mau ditangkap Dan dibunuh Dia berkata:
Yoh 7:33-34 "Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku. Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada."
Yesus tidak menjadi gentar, takut Dan khawatir, Yesus malah menunjukkan bahwa Ia sungguh-sungguh mengerjakan misi Bapanya. Gampangnya "kamu yang rugi menolak Mesias!".
Tuhan mengingatkan Kita bahwa fokus Kita adalah mencari Tuhan, semakin mengenalNya, tinggal dalam rencanaNya. Jangan Kita terfokus untuk berkat2Nya saja. Kita dalam dimensi waktu yang terbatas. Untuk Itu jangan menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan bri.
Hari ini akan membawakan Firman Tuhan dengan tema Imanuel buat Kids Community dalam rangkaian ibadah natal yang sempat tertunda karna berapa orang tua harus isolasi mandiri.
Pembukaan:
Bermain bersama dengan menempel huruf I M A N U E L sambil memberi arti kepada anak2.
Imanu = beserta Kita, bersama Kita, dengan kita
El = Allah
Cerita Firman Tuhan:
Ada seorang raja bernama raja Ahas. Dia gemetar ketakutan karna mendengar kabar musuhnya sedang berkemah/ sudah mengepung di dekat negerinya. Ketakutan raja Ahas membuat Tuhan mengutus nabiNya bernama Yesaya dengan berkat: Jangan takut, teguhkanlah hatimu Dan tinggallah tenang! Meskipun mereka merancangkan yang jahat, Aku akan menggagalkannya, meskipun mereka sudah mengambil keputusan, tetapi tidak akan terlaksana, karena AKU Allah yang menyertai engkau!
Namun raja Ahas menolak pertolongan Allah, raja Ahas malah meminta pertolongan dari manusia. Akhirnya kerajaan raja Ahas mengalami kehancuran. Musuh2 datang menyerbu Dan mengalahkan kerajaan raja Ahas.
Meskipun raja Ahas menolak pertolongan Allah, Allah tetap menunjukan kebaikannya bagi kerajaan raja Ahas. bahwa, akan datang seorang raja baru bernama Imanuel yang artinya Allah beserta Kita. Raja Imanuel akan membebaskan kerajaan raja Ahas dari musuhnya, memberi kemenangan, keadilan Dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
Dan akhirnya, raja Imanuel Itu datang siapakah Dia?
Matius 1:21-25 Dialah Yesus, raja Imanuel.
Yesus memerintah dengan penuh kasih, pengampunan, mujizat, berkat, kesembuhan, sukacita, keselamatan.sampai Sekarang raja Imanuel MASIH ada. Yaitu Roh Kudus dalam hati Kita.
Pesan:
Raja Imanuel yaitu Allah beserta dengan Kita melebihi raja2 yg ada di dunia. Pak jokowi bisa mendatangkan vaksin utk mencegah tapi tetap bisa kena sakit, tapi raja Imanuel memberikan kesembuhan Dan keselamatan. Dia satu2nya yang Kita sembah. Dia satu2nya yang Kita andalkan. Dia tidak jauh dia ada dalam Kita.
Matius 13:44 Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
PEMBUKA
Karna ini adalah awal tahun 2021 dan perjumpaan kita yang pertama sejak beberapa minggu tidak KIDS COMUNITY (KC), maka mari kita bercerita hal yg paling berharga atau yang paling menyenangkan yang kamu alami selama bbrp minggu terakhir.
Hal yang menyenangkan ataupun hal yang sedih, Tuhan selalu hadir dalam hidup kita. Kita patut bersyukur untuk kesetiaan Tuhan menjaga, melindungi dan memberkati kita anak-anakNya.
Pada zaman Yesus, orang yang kaya mengumpulkan hartanya dengan barang-barang berharga seperti koin emas, perak, permata, mutiara. Kalau zaman sekarang orang kaya menyimpan hartanya di Bank, tetapi zaman dulu meraka menaruhnya dalam sebuah bejana tanah liat dan menanamnya dalam tanah. mereka tidak menyimpannya di rumah karna takut kecurian. mereka tidak membeli rumah dengan hartanya karna zaman itu orang sering perang, sehingga banyak yang dihancurkan dan dibakar. Mereka harus mengingat dimana mereka menanam harta mereka. Jika mereka lupa, atau kehilangan jejak, atau jika mereka meninggal tanpa memberikan kepada pewarisnya, maka harta itu akan selamanya tertanam disitu dan bila ditemukan oleh orang lain akan menjadi milik orang lain.
CERITA ALKITAB
Yesus bercerita, ada seorang petani datang kepada seorang pemilik ladang/sawah untuk bekerja. akhirnya pemilik ladang menyetujui petani ini bekerja dan memberikan upah layaknya orang bekerja. Petani ini bekerja seperti biasanya, sampai suatu ketika dia diladang dan mencangkul tanah.... tiba2 terdengar suara yang tidak biasa dia dengar. Tok..tok..tok... apakah ini suara batu yang keras? apakah ini suara besi? apakah ini keras atau lembut? sambil mencoba terus menggali untuk melihat kedalam tanah... akhirnya petani menemukan sebuah kotak yang berisi harta benda yang berharga. Betapa senangnya petani ini dan dengan segera dia menyimpan kembali harta berharga itu dan menanamnya seperti semula. Sepulang ke rumah, petani segera menjual barang2 miliknya dan menjumpai pemilik ladang untuk membeli ladang tersebut. Akhirnya pemilik ladang menyetujui menjual ladangnya kepada petani. Petani senang sekali, bukan karena memiliki ladang baru, tapi karena harta terpendam di ladang sudah menjadi miliknya.
Alat peraga: kotak berisi permen koin emas, perhiasan yang ditanam dalam tanah
PESAN FIRMAN TUHAN
teman2, harta yang berharga milik petani itu seperti Kerajaan Surga/Allah. tersembunyi bagi manusia, sampai suatu hari manusia menemukannya dan mendapatkan kebahagian. Kerajaan Allah sudah datang di dunia, harta yang berharga itu sudah ada diberikan oleh Allah Bapa kepada manusia lewat anakNya Yesus Kristus. tinggal manusia percaya kepada Yesus dan hidup dalam dipimpin Roh Kudus.
Alat peraga: ganti kotak yang berisi permen koin emas, perhiasan dengan kotak berisi gambar keselamatan, kasih, mujizat, kesembuhan, sukacita, pengampunan, berkat.
Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Markus 10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.
Kanak-kanak tidak dapat hidup tanpa mempercayai mereka yang ada di sekeliling mereka. Kepercayaan mereka bukanlah sebuah kebajikan; rasa percaya mereka merupakan kenyataan yang hidup. (kutipan https://www.taize.fr/id_article10097.html)
PENUTUP
Harta yang berharga adalah Yesus melebihi keluarga kita. Yesus menjadi segala2nya. Bila semua yang di dunia ini pergi dan hilang, ada Yesus adalah satu2nya harta yang berharga yang tak mungkin pergi dan hilang.
Saya ingat ketika saya masih tinggal di Palu tahun 2007, ada berita yang menghebohkan. Seorang anak perempuan kecil berumur 8 tahun menyembuhkan orang sakit di Desa Meko di daerah Danau Poso, Sulawesi Tengah. Saat itu ramai orang berbondong-bondong berkunjung ke desa Meko untuk mendapatkan kesembuhan.
Sungguh tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Mujizat masih terjadi! dan Tuhan bisa memakai anak yang kecilpun untuk menyatakan pekerjaan Allah. Halleluya!!
Rosh Hashanah adalah perayaan tahun baru Yahudi. dan tahun ini 5780 adalah era yang baru dari 10 tahun era yang lama yaitu Rosh Hashanah 5770. Rosh Hashanah 5770 memiliki nama Ayin yang artinya Mata. Sedangkan Rosh Hashanah 5780 memiliki nama Pey yang artinya mulut.
Berarti dalam 10 tahun kedepan, ada sesuatu yang Tuhan kerjakan lewat perkataan kita. Saya termasuk orang yang gak pandai ngomong, gak pandai merangkai kata2 indah di status atau posting sesuatu dengan kata2. Namun bbrp hari lalu, ketika kelas bible study "Mendengar Suara Tuhan" ada sesuatu yang menyentuh hati saya. "Sebenarnya Tuhan sudah berbicara kepada kita, tetapi kita yang sering tidak taat" (Pdt. Henry Setiawan). itu menjadi rhema bagi saya bbrp hari ini.
Saya teringat ketika ibu Widi seorang jemaat baru yang mau bertemu saya utk ngobrol. awalnya saya takut, tapi akhirnya saya jalani saja. melalui hal itu, saya banyak belajar untuk taat suara Tuhan.
Beberapa hari lalu, saya besuk anak tetangga saya abiyu. ketika ngobrol dengan mamanya, saya mendapat mandat dari ibu Thea bahwa di belakang rumah saya ada seorang bapak namanya pak Man yang biasa bersihkan pekarangan rumah kami. Pak Man seorang kristen dan ibunya adalah muslim. Pak Man mengalami sakit kusta, sekarang dia ga bisa jalan. ibu Thea menyuruh saya sebagai sesama kristiani untuk melayani pak Man. keesokan paginya, saya dipertemukan Tuhan istri pak Man dipenjual sayur. saya cerita apa yang ibu Thea sampaikan. dan saya memohon ijin untuk menemui pak Man. Rencana hari saya akan ke rumah pak Man bersama tim AKI Anak Kasih Indonesia. Sebenarnya saya agak "gilo", karna penyakitnya menular, ada anjing d rumahnya, rumahnya kotor. makanya saya sama tim AKI yang biasa melayani anak jalanan, dll.
Masih ada 10 tahun melewati tahun "Pey", entah ketaatan apa yang akan saya kerjakan atau yang tidak saya kerjakan. Mungkin saya tidak pandai berkata2, tapi bagi saya ini tahun ketaatan bagi saya.
"Hidup ini adalah kesempatan" beberapa kali kata2 lagu itu mengingatkan saya utk do someting bagi Tuhan. melihat orang2 sekitar yang dipanggil Tuhan, membuat saya merenung arti hidup.
Saya mau mengutip ayat dan kata2 dalam warta El-Bethel News 13 Okt 2019 CREATOR DEITY
Tidakkah kau tahu, dan tidakkah kau dengar?
Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertianNya. Yesaya 40:28
"Ketika kita sudah bisa selesai dengan hidup kita, sesungguhnya Tuhan baru memulai untuk hidup kita" ( ps. Hanny Setiawan)
Maz 33:9 Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.
"Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni".(1 Tim 1:18)
DIMULAI SEJAK MASIH KECIL
Timotius memulai perjalan rohani
sejak dia masih kecil. Bukan setelah dia di baptis, baru memulai hidup sebagai
orang Kristen. Tetapi sejak kecil Timotius sudah mengenal kitab suci (2 Tim
3:15) melalui keluarganya yaitu ibunya Eunike dan neneknya Lois (2 Tim 1:5) di
sebuah kota bernama Listra. Meskipun ayahnya bukan seorang Yahudi, tetapi
cerita nenek moyang mengenai janji Allah untuk menyelamatkan Israel umat
pilihan Allah sampai kepada Timotius kecil. Dari sinilah iman Timotius mulai
dibertumbuh. Kesetiaan ibu dan neneknya untuk mengajarkan ketetapan-ketetapan
Tuhan membuat Timotius semakin dikasihi oleh Tuhan dan sesama.
IMAN ITU AKHIRNYA BERBUAH
Ketika Rasul Paulus mengunjungi Listra, ia menyembuhkan
orang yang sakit lumpuh dan memberitakan injil kabar baik bagi penduduk Listra.
Bayangkan respon Timotius ketika melihat dan mendengar apa yang dikerjakan oleh
Rasul Paulus? Apa yang selama ini dia dengar dari ibunya dan neneknya memang
benar bahwa Mesias yang dijanjikan itu benar-benar datang untuk menyelamatkan
manusia.
AMANAT AGUNG
Dalam kunjungan Rasul Paulus yang kedua di Listra, ia
meminta Timotius turut serta dalam perjalanan pelayanannya karena Timotius terkenal
baik oleh saudara-saudaranya di Listra. Timotius akhirnya memutuskan untuk
meninggalkan ibu dan neneknya menjadi rekan sekerja Rasul Paulus dalam
pemberitaan injil dalam berbagai musim di berbagai tempat sampai akhirnya
Timotius mati di rajam batu.
Pesan:Seperti Timotius kecil, miliki nilai “sonship” kepada
orang-orang yang sudah ditempatkan Tuhan untuk menanam benih iman dalam
hidupmu karna pada waktunya benih itu akan
berbuah.
Bukan hanya kamu yang akan menikmati buahnya, tapi buahnya
akan memberkati banyak orang.
Ketika Tuhan berbicara hari ini, hati ini penuh sukacita meskipun suatu perintah.
Ada dua keluarga baru yang datang ke gereja kami. Keluarga yang pertama memiliki 5 orang anak, dan anak nomor 1 dan nomor 2 terlihat stress dimarahin terus sama ortunya. Keluarga yang kedua memiliki 2 orang anak, kedua orang tua adalah orang tua yang broken home. Mereka adalah suami kedua dan istri kedua. Kedua orang anak terdengar sering dimarahi oleh orang tua mereka. Kondisi ini membuat panggilan Tuhan begitu kuat hari ini untuk melayani mereka. Tapi, saya selalu memiliki banyak alasan untuk menolak melayani mereka. Saya perlu memiliki iman dan kegigihan untuk melayani mereka. semoga anak2 mereka segera tertolong...
Pagi ini juga, ketika melayani pelayanan doa orang sakit di rumah sakit, ada sekitar 3 pasien yang menolak didoakan dan kebanyakan dari mereka dirawat di ruang VIP. Penolakan ini akibat kejadian dimana pendoa rumah sakit mencuri uang milik pasien sementara pasien berdoa. Hal ini cukup berdampak dalam pelayanan kami.
Ditengah penolakan yang kami terima, saya teringat ayat, "Orang kaya sukar masuk surga".
Sebenarnya apa yang ada di pikiran mereka? Ketakutan uangnya dicuri lagi? Kasih manusia sdh bertambah dingin? Entahlah apa yang dipikirkan mereka.
Namun, disatu sisi kami melihat air mata yang terurai karna ada pengharapan didalam Yesus ketika mereka tidak berdaya, ada yang tatapannya kosong mulai bercahaya, ada yang merasa ketakutan dan dikuatkan kembali, semuanya itu membuat hatiku bersukacita didalam melayani Tuhan.
Allah sendiri yang memberikan jalan keluar atas dosa dan kematian, yaitu dengan sistem penggantian atau substitusi. Setelah manusia berdosa, dijalankan sistem penggantian. Setelah Adam berdosa di hadapan Allah, Allah menentukan sistem penggantian dengan darah yang dicucurkan, binatang yang mati dibunuh. Pertama binatang yang dibunuh untuk pakaian Adam dan Hawa, kemudian ada korban Habel yang diterima. Ada sistem penggantian. Tetapi sistem korban orang Israel tidak mencapai puncaknya, hanya merupakan satu simbol atau bayang-bayang yang akan datang. Kalau kita bandingkan dengan Ibrani 10:1-5, binatang tidak mungkin mengganti manusia karena ada perbedaan kualitas. Yang bisa menggantikan manusia haruslah manusia juga. Maka dikatakan, tidak ada cara lain, Allah Bapa menentukan Tuhan Yesus Kristus menjadi jalan pendamaian, yakni harus mati menebus dosa, harus mati untuk membayar hutang dosa dengan memakukan surat dakwaan, surat hutang itu di kayu salib (Roma 3:25; Kolose 2:14-15). Itu cara yang Allah tentukan, dan hanya satu cara itu. Manusia bersalah kepada Allah, harus Allah yang menentukan cara pengampunan, dan cara pengampunan itu adalah melalui kematian Kristus Yesus di kayu salib - yang menggantikan.
Apakah itu adil? Bukankah Allah adalah Allah yang adil, yang salah yang dihukum, yang tidak bersalah dibebaskan? Mengapa Kristus yang tidak bersalah dihukum, dijadikan berdosa, dan kita yang bersalah di dalam Dia dibenarkan? Kalau demikian, apakah ada keadilan Allah? Ada. Yang salah tetap dihukum, tetapi Allah menggunakan sistem substitusi atau sistem penggantian. Dan sistem penggantian adalah satu-satunya cara yang Allah tentukan. Kalau begitu, apakah Kristus Yesus dipaksa? Tidak. Dia rela. Dia mau. “Aku datang untuk menjalankan kehendak-Mu, Aku datang untuk memberikan nyawa-Ku bagi tebusan untuk banyak orang.” (Ibrani 10:7; Matius 20:28 ). Dia tahu apa yang dilakukan-Nya. Ia jalankan itu di dalam kerelaan, jadi tidak ada pemaksaan.
Apakah satu orang bisa menggantikan seluruh dunia? Ya, karena beda secara kualitas. Tuhan Yesus adalah manusia sejati dan Allah yang sejati. Manusia tidak bisa menjadi Allah, tetapi Allah bisa menjelma menjadi manusia. Kita percaya Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, untuk membayar harga, menebus kita, membeli kita ulang. Apa pantas? Ya, karena Dia Allah, kualitasnya lain. Di Indonesia misalnya, beras bisa ditukar dengan pesawat terbang. Di sini kita bicara tentang kualitas. Satu pesawat terbang bisa ditukar menjadi butiran beras yang tak terhitung. Kristus adalah Allah yang sejati, maka Dia bisa menggantikan semua manusia yang berdosa. Hal ini Dia lakukan melalui kematian-Nya di kayu salib. Sesungguhnya penderitaan Kristus tidak dimulai di Taman Getsemani, tetapi tatkala Dia menjadi manusia. Dia lahir di kandang domba; Kristus sudah mulai menderita, sebab Ia adalah Allah yang tidak terbatas menjadi terbatas, Allah yang mulia menjadi hina. Seumur hidup-Nya, Dia dikatakan sebagai “the man of sorrow”, manusia yang menderita. Serigala punya lubang, burung punya sarang, tetapi Dia, Anak Manusia, tidak ada tempat untuk meletakkan kepala-Nya (Lukas 9:58 ). Dia Pencipta alam semesta, tapi tatkala Dia datang pada alam ciptaan-Nya, dunia, bahkan umat pilihan-Nya, yaitu bangsa Israel menolak Dia (Yohanes 1:10-11). Dia mengalami sengsara, dan puncaknya adalah di kayu salib. Penderitaan-Nya bisa menggantikan.
Lukas mencatat bahwa pada malam Dia menyerahkan diri setelah berdoa di Taman Getsemani, keringat-Nya seperti titik-titik darah (Lukas 22:44). Ada dua tafsiran mengenai hal ini: bisa deras seperti darah, bisa juga berwarna seperti darah karena hermatidrosis - pembuluh darah di bawah kulit-Nya pecah karena ketegangan yang luar biasa. Saat itu, malam itu, Dia diadili, dipukul, diludahi, ditampar, ditendang, diolok-olok, dipermainkan, hingga sekujur tubuh-Nya babak-belur, dan kemudian juga disesah - dipukuli dengan cambuk sehingga sekujur tubuh-Nya penuh luka dan berdarah. Begitu buruk rupa-Nya, sehingga bukan seperti manusia lagi. Itu belum puncaknya, sampai Dia dipakukan di kayu salib di puncak Golgota. Dosa isi dunia ditanggungkan atas-Nya. Dia yang tidak berdosa dijadikan berdosa karena kerelaan-Nya, supaya kita dibenarkan (2 Korintus 5:21). Yesus berseru dengan suara nyaring, “Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Kau tinggalkan Aku?” Kita tidak bisa mengerti mengapa Allah bisa meninggalkan Allah. Mengapa Allah dalam persekutuan yang kekal itu mengalami suatu perpisahan? Tetapi yang kita mengerti adalah melalui perpisahan itu, kita yang tadinya berpisah dari Allah, boleh dipersekutukan lagi di dalam Kristus.” Perpisahan itu menggambarkan penghakiman, penghukuman yang kekal. Kita memang seharusnya dihukum kekal, permanen. Tetapi Kristus menggantikan kita, supaya kita bisa dilepaskan dari penghukuman Allah. Murka Allah ditimpakan kepada Kristus untuk memuaskan hati Allah.
Alkitab mencatat dalam kata propisiasi, dalam Roma 3:25 tadi, Kristus ditentukan menjadi jalan pendamaian. Kata propisiasi berbeda dengan kata rekonsiliasi yang berarti pendamaian. Sering digambarkan bahwa antara Allah dan manusia ada suatu tembok yang tidak bisa ditembus, lalu tembok itu dirobohkan dengan salib Kristus; ini adalah rekonsiliasi. Penghalang yang membuat perpisahan dihilangkan, sehingga yang terpisah disatukan kembali. Tetapi propisiasi itu menggambarkan Allah yang murka. Murka-Nya tidak bisa dihentikan dan menuntut semua manusia dihukum selama-lamanya. Murka-Nya hanya bisa dihentikan oleh satu, korban yang memuaskan Dia. Hanya satu saja yang dapat memuaskan, yaitu Kristus, korban yang bisa menghentikan murka Allah sekaligus membuat Allah tidak lagi menghukum karena Dia puas. Kristus satu-satunya jalan, tidak ada yang lain. Melalui kematian di kayu salib, Dia merobek tirai pemisah. Dia menebus. Dia membayar hutang dosa kita. Kita yang terjual di bawah kuasa dosa, kita yang berhutang di hadapan Allah, Kristus membeli kita ulang dengan membayarkan diri-Nya sebagai pengganti. Dialah yang memberikan kita hidup, yang menjadikan kita hidup, memberi kita hidup yang kekal. Hidup yang kekal, bukanlah hidup selama-lamanya. Hidup yang kekal adalah hidup yang digabungkan dengan Allah kembali, bersekutu atau berelasi dengan Allah, union with Christ, disatukan dengan Kristus. Dan ini tidak bisa dipisahkan. Kita bisa mati secara fisik, tetapi saat kita mati secara fisik, persekutuan ini tidak berakhir. Nanti dibangkitkan, tetap ada persekutuan dengan Allah. Maka Paulus berkata, “Aku yakin bahwa hidup maupun mati, pemerintah yang sekarang maupun yang akan datang, makhluk lain, atau kerajaan angkasa, tidak bisa memisahkan kita dari kasih Allah yang ada di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.” (Roma 8:36-39). Satu kepastian keselamatan telah diberikan.
* Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Daud sering membuat nyanyian Mazmur, dengan kecapi-kecapinya. Di setiap kesempatan apa saja, mau senang, susah, sakit, takut, dll Daud selalu membuat puisi-puisi doanya, nyanyiannya, harapannya, dll pada Tuhan dan dijilid dalam kitab Mazmur. Walaupun tidak semua pasal dalam kitab Mazmur adalah karangan Daud, akan tetapi sebagian besar adalah karya daripada Daud yang diurapi Tuhan sebagai pemusik, penyair, pemazmur yang luar biasa.
Daud adalah pemazmur favourite Israel (II Sam 23; 1)
Nah kali ini kita akan mengajak anak-anak membuat BUKU TEKS NYANYIAN MAZMUR DAUD. Mazmur yang kita angkat kali ini adalah Mazmur 51 yang memiliki latar belakang pengakuan dosa Daud ( namun demikian guru dapat mengganti pilihan, jadi tidak harus mazmur 51 ini, boleh mazmur yang lain- asal latar belakangnya jelas dan dapat dijadikan acuan awal)
Buku ini berbeda sekali dengan buku pada umumnya, karena buku ini terdiri dari halaman-halaman yang berwarna-warni, dimana tiap warna tidak asal-asalan dipilih, melainkan setiap warna ini mengandung suatu arti yang sangat mendalam, sesuai dengan arti-arti warna di dalam Alkitab.
Ajak anak-anak membaca pasal-pasal lain yang terkait dengan Mazmur 51 ini yaitu II Sam 11- wajib ( dan 12- jika ada waktu) , setelah itu kita ajak mereka membuka kitab Mazmur 51.
Jelaskan pada mereka bahwa Daud sudah melakukan dosa yang begitu ngeri, dan setelah ditegur nabi Natan, Daud bertobat serta menuliskan Mazmur 51 ini.
Nah kita akan merenungkan pengakuan dosa Daud ini ayat demi ayat, dengan memilih warna kecapi apa yang cocok untuk ditempelkan pada tiap ayat Mazmur 51 ini sesuai dengan suasana hati Daud.
Yang kita butuhkan adalah:
Kamus Arti Warna dalam Alkitab ( ada disediakan dalam lampiran)
Kertas Lipat berwarna-warni, siap print gambar kecapi Daud. Tiap warna akan kita sediakan 10 lembar, misalnya 10 lembar warna merah, 10 hijau, 10 coklat, dll
Gambar Kecapi Daud, pindahkan dan print sesuai ukuran kertas lipat yang dipakai
Lem Kertas
Pelubang kertas
Pita untuk menjilid
Tips Pemilihan Kertas Lipat dan seputar tehnik print:
Contoh pada foto adalah kertas lipat ukuran 14X14 cm
Kertas lipat ada yang bolak balik ada yang tidak, jika anda memilih kertas lipat yang bolak balik sama warna , maka anda perhatikan apakah jenis kertasnya licin atau tidak, karna apabila licin, tidak bisa di print gambar kecapi nantinya. Namun apabila anda menemukan kertas lipat yang tidak bolak balik, serta kertasnya licin pada permukaan berwarna, lihatlah apakah baliknya yang putih itu kertasnya tidak licin, apabila kertas di baliknya tidak licin, anda boleh memilihnya untuk bagian belakang dapat anda print kecapi Daud seperti pada foto contoh.
Chek pada kertas lipat anda apakah ada warna hitam, apabila tidak ada warna hitam terpaksa anda ambil kertas lain ( jangan kertas marmer karena terlalu tipis tidak bisa di print) Kertas lain tersebut yang berwarna hitam harus kita tempel baliknya dengan warna putih agar di bagian yang putih tersebut dapat kita print gambar kecapinya. Gunting dengan ukuran yang sama dengan kertas lipat lainnya.
Pada kertas lipat umumnya tidak ada warna abu-abu dan juga tidak ada warna putih, oleh karna itu anda harus menambahkan kertas lain yang berwarna abu-abu dan putih, gunting dengan ukuran yang sama dengan kertas lipat lainnya.
Sebelum anda print, ada baiknya anda ukur terlebih dahulu ukuran kertas (pada margin komputer anda) agar disesuaikan dengan ukuran gambar yang akan di print
Teks Mazmur pasal 51 ini telah kita persiapkan ayat demi ayat lengkap dengan judulnya dan siap digunting oleh kita dari rumah, masukkan ke dalam kotak pensil/ plastik agar tidak tercecer.
Jadi seluruhnya kita nantinya akan memiliki 21 potong ayat, 1 potong judul, jadi total ada 22 potong dari Mazmur 51 ini.
Bagi potongan-potongan ayat ini pada anak-anak sesuai jumlah anak ataupun jumlah kelompok secara merata.
Setelah menerima ayat yang menjadi tugas mereka, mintalah mereka merenungkan pengakuan dosa Daud ini , apakah inti dari ayat itu dan kira-kira warna kertas lipat apa yang cocok untuk ayat itu.
Anak-anak tidak perlu merenungkan seluruh ayat (21 ) ayat, per anak, karena nanti pada acara pentas puisi mereka akan mendengarkan ayat ini dibaca secara keseluruhan.
Kini setelah menemukan yang cocok , misalnya pada JUDUL ; MAZMUR 51. Pengakuan Dosa. Mungkin yang cocok adalah warna hitam yang melambangkan dosa, maka ketikan judul ini akan dilem di kertas lipat berwarna hitam tadi. Demikian seterusnya.
Yang sudah selesai boleh dikumpulkan dan guru membantu pra jilid, dengan memberi lubang pada kertas dengan bantuan alat pelubang kertas. Tips: pada pelubang kertas ada tanda tengah/as, jadi untuk mendapatkan hasil lubang yang rata pada tiap lembar, pastikan kertas kita lipat untuk mendapatkan bagian tengahnya (lipatan sedikit saja) lalu tanda lipatan kita paskan dengan tanda tengah pada pelubang kertas tersebut, sehingga hasilnya bisa rapi.
Setelah semua kelompok selesai menempelkan ayat pada kertas lipat yang paling sesuai warnanya, maka kita akan bersama-sama mengurutkan tiap ayat sesuai urutan pada Alkitab Mazmur 51 setelah terurut dari atas judul, ayat 1, ayat 2 dst sampai ayat 21, kini siap kita jilid menggunakan pita.
MEMBACA PUISI DAUD
Beri tiap kelompok kesempatan untuk berlatih membaca puisi Daud ini, serta persiapan untuk presentasi
Jilid semua menjadi satu buku, setelah itu akan kita gelar, PENTAS PUISI MAZMUR 51 yang dibaca oleh wakil-wakil kelompok atau tiap anak secara bergiliran.
Tiap pembaca harus berusaha berintonasi dan berekspresi yang mewakili suasana hati Daud dari ayat ke ayat yang ditunjukkan dengan warna yang berbeda-beda tersebut.
Jika para pembaca belum bisa mewakili isi hati Daud, guru boleh mengajar, melatih, mencontohkan, dll sebelum pentas berlangsung.
Tata cara pentas puisi: tiap anak membaca satu saja ayat, setelah itu dia bertugas membalikkan lembar berikutnya untuk menolong teman di sebelah dapat langsung membaca ayat berikutnya. Teman di sebelah setelah membaca, dia membalik lagi lembar berikutnya untuk teman di sebelahnya lagi, demikian seterusnya. Apabila sampai di teman yang paling ujung , padahal puisi belum selesai dibaca semua, maka akan kembali ke orang pertama.
KESIMPULAN:
Daud tidak gengsi mengakui kesalahan dan dosanya, serta menunjukkan teladan dalam pertobatannya.
Berikut ini adalah ringkasan daripada arti-arti warna yang dapat dibaca di:
hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
4. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku dari dosaku!
5. Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku,
aku senantiasa bergumul dengan dosaku
6. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa
dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,
supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu,
bersih dalam penghukuman-Mu.
7. Sesungguhnya, dalam kesalahanaku diperanakkan,
dalam dosa aku dikandung ibuku.
8. Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin,
dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
9.Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop,
maka aku menjadi tahir,
basuhlah aku,
maka aku menjadi lebih putih dari salju!
10.Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita,
biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
11. Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku,
hapuskanlah segala kesalahanku!
12. Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah,
dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
13.Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
14.Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan
karena selamat yang dari pada-Mu,
dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
15. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu
kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran,
supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
16. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah,
Allah keselamatanku,
maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
17. Ya Tuhan, bukalah bibirku,
supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
18. Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan;
sekiranya kupersembahkan korban bakaran,
Engkau tidak menyukainya.
19. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
20. Lakukanlah kebaikan kepada Sion
menurut kerelaan hati-Mu
bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
21. Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar,
korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya;
maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.
Anda dapat saja mengganti materi ini dengan mazmur pasal yang lainnya, dengan tips sebagai berikut:
Ajak anak anak mengenali latar belakang peristiwa dari mazmur itu ( apabila ada) dan ajak mereka membaca dari bagian Alkitab lainnya yang terkait
Simpulkan setiap materi ini dengan membahas karakter tokoh dari si pemazmur.
wiarna hitam terpaksa kita pakai kertas lain apabila pada kertas lipat yang kita beli tidak ada warna hitam, akan tetapi jangan memakai jenis kertas marmer seperti yang ada pada foto ini karena setelah saya coba tidak dapat di print karna terlalu tipis, anda bisa memakai kertas lain atau bisa beli kertas lipat yang ada warna hitamnyawarna putih juga kita potongkan dari kertas print biasa dengan ukuran yang sama dengan ukuran kertas lipat lainnyaprint gambar kecapi Daud pada bagian belakang daripada kertas lipat tersebutuntuk print ini memakan waktu jadi anda harus sediakan waktu khusus untuk mempersiapkan hal ini. Berhati hatilah saat mencetak karena kita harus memastikan kertas kering dari tinta sebelum tersentuh kertas lain di atasnyawarna warna yang sudah siap dan lengkap masing masing warna sediakan 10 potongjudul dan juga tiap ayat siap gunting. Pada foto tidak terlihat nomor ayat akan tetapi sudah saya ralat, jadi di setiap ayat sebaiknya kita cantumkan nomor ayat agar memudahkan penjilitan nanti dapat mengurutkan dengan mudahdemikian yang sudah dipotongpenataan di awal kelas adalah unsur kesengajaan agar anak-anak penasaran untuk apakah ini nanti..??pelubang kertas, ayat, lempita , gunting. Pada gambar tampak pitanya adalah pita kaku, seharusnya kita pakai pita yang lebih lentur yaa….
seperti ini buku yang sudah jadi ada tampak print kecapi Daud, ada juga tampak kertas lipat warna yang sudah ditempeli ayat
wah sederhana tapi menarik bu grace dan seru pastinya. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati Ibu.
Rate This
Puji Tuhan, ide materi ini sudah lama sekali ada dalam diri saya, dan sudah saya kumpulkan data-data arti warna dlsb di kompt saya, dan gambar kecapi sudah ada dari dulu itu ( mungkin sekitar 3 tahun lalu) dan waktu baru dipraktekkan SEKARANG INI…hasilnya lebih keren dari yang saya bayangkan. Seru…!! Benar-benar seru seperti yang kakak bayangkan tentunya !
Data mengenai arti warna akan terus saya selidiki terus Kak Teresa, nanti ke depannya akan saya tambahkan di tulisan ini….GBU !
2 thoughts on “70. SUASANA HATI DAUD”