Matius 13:44 Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
PEMBUKA
Karna ini adalah awal tahun 2021 dan perjumpaan kita yang pertama sejak beberapa minggu tidak KIDS COMUNITY (KC), maka mari kita bercerita hal yg paling berharga atau yang paling menyenangkan yang kamu alami selama bbrp minggu terakhir.
Hal yang menyenangkan ataupun hal yang sedih, Tuhan selalu hadir dalam hidup kita. Kita patut bersyukur untuk kesetiaan Tuhan menjaga, melindungi dan memberkati kita anak-anakNya.
Pada zaman Yesus, orang yang kaya mengumpulkan hartanya dengan barang-barang berharga seperti koin emas, perak, permata, mutiara. Kalau zaman sekarang orang kaya menyimpan hartanya di Bank, tetapi zaman dulu meraka menaruhnya dalam sebuah bejana tanah liat dan menanamnya dalam tanah. mereka tidak menyimpannya di rumah karna takut kecurian. mereka tidak membeli rumah dengan hartanya karna zaman itu orang sering perang, sehingga banyak yang dihancurkan dan dibakar. Mereka harus mengingat dimana mereka menanam harta mereka. Jika mereka lupa, atau kehilangan jejak, atau jika mereka meninggal tanpa memberikan kepada pewarisnya, maka harta itu akan selamanya tertanam disitu dan bila ditemukan oleh orang lain akan menjadi milik orang lain.
CERITA ALKITAB
Yesus bercerita, ada seorang petani datang kepada seorang pemilik ladang/sawah untuk bekerja. akhirnya pemilik ladang menyetujui petani ini bekerja dan memberikan upah layaknya orang bekerja. Petani ini bekerja seperti biasanya, sampai suatu ketika dia diladang dan mencangkul tanah.... tiba2 terdengar suara yang tidak biasa dia dengar. Tok..tok..tok... apakah ini suara batu yang keras? apakah ini suara besi? apakah ini keras atau lembut? sambil mencoba terus menggali untuk melihat kedalam tanah... akhirnya petani menemukan sebuah kotak yang berisi harta benda yang berharga. Betapa senangnya petani ini dan dengan segera dia menyimpan kembali harta berharga itu dan menanamnya seperti semula. Sepulang ke rumah, petani segera menjual barang2 miliknya dan menjumpai pemilik ladang untuk membeli ladang tersebut. Akhirnya pemilik ladang menyetujui menjual ladangnya kepada petani. Petani senang sekali, bukan karena memiliki ladang baru, tapi karena harta terpendam di ladang sudah menjadi miliknya.
Alat peraga: kotak berisi permen koin emas, perhiasan yang ditanam dalam tanah
PESAN FIRMAN TUHAN
teman2, harta yang berharga milik petani itu seperti Kerajaan Surga/Allah. tersembunyi bagi manusia, sampai suatu hari manusia menemukannya dan mendapatkan kebahagian. Kerajaan Allah sudah datang di dunia, harta yang berharga itu sudah ada diberikan oleh Allah Bapa kepada manusia lewat anakNya Yesus Kristus. tinggal manusia percaya kepada Yesus dan hidup dalam dipimpin Roh Kudus.
Alat peraga: ganti kotak yang berisi permen koin emas, perhiasan dengan kotak berisi gambar keselamatan, kasih, mujizat, kesembuhan, sukacita, pengampunan, berkat.
Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Markus 10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.
Kanak-kanak tidak dapat hidup tanpa mempercayai mereka yang ada di sekeliling mereka. Kepercayaan mereka bukanlah sebuah kebajikan; rasa percaya mereka merupakan kenyataan yang hidup. (kutipan https://www.taize.fr/id_article10097.html)
PENUTUP
Harta yang berharga adalah Yesus melebihi keluarga kita. Yesus menjadi segala2nya. Bila semua yang di dunia ini pergi dan hilang, ada Yesus adalah satu2nya harta yang berharga yang tak mungkin pergi dan hilang.
Saya ingat ketika saya masih tinggal di Palu tahun 2007, ada berita yang menghebohkan. Seorang anak perempuan kecil berumur 8 tahun menyembuhkan orang sakit di Desa Meko di daerah Danau Poso, Sulawesi Tengah. Saat itu ramai orang berbondong-bondong berkunjung ke desa Meko untuk mendapatkan kesembuhan.
Sungguh tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Mujizat masih terjadi! dan Tuhan bisa memakai anak yang kecilpun untuk menyatakan pekerjaan Allah. Halleluya!!
Rosh Hashanah adalah perayaan tahun baru Yahudi. dan tahun ini 5780 adalah era yang baru dari 10 tahun era yang lama yaitu Rosh Hashanah 5770. Rosh Hashanah 5770 memiliki nama Ayin yang artinya Mata. Sedangkan Rosh Hashanah 5780 memiliki nama Pey yang artinya mulut.
Berarti dalam 10 tahun kedepan, ada sesuatu yang Tuhan kerjakan lewat perkataan kita. Saya termasuk orang yang gak pandai ngomong, gak pandai merangkai kata2 indah di status atau posting sesuatu dengan kata2. Namun bbrp hari lalu, ketika kelas bible study "Mendengar Suara Tuhan" ada sesuatu yang menyentuh hati saya. "Sebenarnya Tuhan sudah berbicara kepada kita, tetapi kita yang sering tidak taat" (Pdt. Henry Setiawan). itu menjadi rhema bagi saya bbrp hari ini.
Saya teringat ketika ibu Widi seorang jemaat baru yang mau bertemu saya utk ngobrol. awalnya saya takut, tapi akhirnya saya jalani saja. melalui hal itu, saya banyak belajar untuk taat suara Tuhan.
Beberapa hari lalu, saya besuk anak tetangga saya abiyu. ketika ngobrol dengan mamanya, saya mendapat mandat dari ibu Thea bahwa di belakang rumah saya ada seorang bapak namanya pak Man yang biasa bersihkan pekarangan rumah kami. Pak Man seorang kristen dan ibunya adalah muslim. Pak Man mengalami sakit kusta, sekarang dia ga bisa jalan. ibu Thea menyuruh saya sebagai sesama kristiani untuk melayani pak Man. keesokan paginya, saya dipertemukan Tuhan istri pak Man dipenjual sayur. saya cerita apa yang ibu Thea sampaikan. dan saya memohon ijin untuk menemui pak Man. Rencana hari saya akan ke rumah pak Man bersama tim AKI Anak Kasih Indonesia. Sebenarnya saya agak "gilo", karna penyakitnya menular, ada anjing d rumahnya, rumahnya kotor. makanya saya sama tim AKI yang biasa melayani anak jalanan, dll.
Masih ada 10 tahun melewati tahun "Pey", entah ketaatan apa yang akan saya kerjakan atau yang tidak saya kerjakan. Mungkin saya tidak pandai berkata2, tapi bagi saya ini tahun ketaatan bagi saya.
"Hidup ini adalah kesempatan" beberapa kali kata2 lagu itu mengingatkan saya utk do someting bagi Tuhan. melihat orang2 sekitar yang dipanggil Tuhan, membuat saya merenung arti hidup.
Saya mau mengutip ayat dan kata2 dalam warta El-Bethel News 13 Okt 2019 CREATOR DEITY
Tidakkah kau tahu, dan tidakkah kau dengar?
Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertianNya. Yesaya 40:28
"Ketika kita sudah bisa selesai dengan hidup kita, sesungguhnya Tuhan baru memulai untuk hidup kita" ( ps. Hanny Setiawan)
Maz 33:9 Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.
"Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni".(1 Tim 1:18)
DIMULAI SEJAK MASIH KECIL
Timotius memulai perjalan rohani
sejak dia masih kecil. Bukan setelah dia di baptis, baru memulai hidup sebagai
orang Kristen. Tetapi sejak kecil Timotius sudah mengenal kitab suci (2 Tim
3:15) melalui keluarganya yaitu ibunya Eunike dan neneknya Lois (2 Tim 1:5) di
sebuah kota bernama Listra. Meskipun ayahnya bukan seorang Yahudi, tetapi
cerita nenek moyang mengenai janji Allah untuk menyelamatkan Israel umat
pilihan Allah sampai kepada Timotius kecil. Dari sinilah iman Timotius mulai
dibertumbuh. Kesetiaan ibu dan neneknya untuk mengajarkan ketetapan-ketetapan
Tuhan membuat Timotius semakin dikasihi oleh Tuhan dan sesama.
IMAN ITU AKHIRNYA BERBUAH
Ketika Rasul Paulus mengunjungi Listra, ia menyembuhkan
orang yang sakit lumpuh dan memberitakan injil kabar baik bagi penduduk Listra.
Bayangkan respon Timotius ketika melihat dan mendengar apa yang dikerjakan oleh
Rasul Paulus? Apa yang selama ini dia dengar dari ibunya dan neneknya memang
benar bahwa Mesias yang dijanjikan itu benar-benar datang untuk menyelamatkan
manusia.
AMANAT AGUNG
Dalam kunjungan Rasul Paulus yang kedua di Listra, ia
meminta Timotius turut serta dalam perjalanan pelayanannya karena Timotius terkenal
baik oleh saudara-saudaranya di Listra. Timotius akhirnya memutuskan untuk
meninggalkan ibu dan neneknya menjadi rekan sekerja Rasul Paulus dalam
pemberitaan injil dalam berbagai musim di berbagai tempat sampai akhirnya
Timotius mati di rajam batu.
Pesan:Seperti Timotius kecil, miliki nilai “sonship” kepada
orang-orang yang sudah ditempatkan Tuhan untuk menanam benih iman dalam
hidupmu karna pada waktunya benih itu akan
berbuah.
Bukan hanya kamu yang akan menikmati buahnya, tapi buahnya
akan memberkati banyak orang.
Ketika Tuhan berbicara hari ini, hati ini penuh sukacita meskipun suatu perintah.
Ada dua keluarga baru yang datang ke gereja kami. Keluarga yang pertama memiliki 5 orang anak, dan anak nomor 1 dan nomor 2 terlihat stress dimarahin terus sama ortunya. Keluarga yang kedua memiliki 2 orang anak, kedua orang tua adalah orang tua yang broken home. Mereka adalah suami kedua dan istri kedua. Kedua orang anak terdengar sering dimarahi oleh orang tua mereka. Kondisi ini membuat panggilan Tuhan begitu kuat hari ini untuk melayani mereka. Tapi, saya selalu memiliki banyak alasan untuk menolak melayani mereka. Saya perlu memiliki iman dan kegigihan untuk melayani mereka. semoga anak2 mereka segera tertolong...
Pagi ini juga, ketika melayani pelayanan doa orang sakit di rumah sakit, ada sekitar 3 pasien yang menolak didoakan dan kebanyakan dari mereka dirawat di ruang VIP. Penolakan ini akibat kejadian dimana pendoa rumah sakit mencuri uang milik pasien sementara pasien berdoa. Hal ini cukup berdampak dalam pelayanan kami.
Ditengah penolakan yang kami terima, saya teringat ayat, "Orang kaya sukar masuk surga".
Sebenarnya apa yang ada di pikiran mereka? Ketakutan uangnya dicuri lagi? Kasih manusia sdh bertambah dingin? Entahlah apa yang dipikirkan mereka.
Namun, disatu sisi kami melihat air mata yang terurai karna ada pengharapan didalam Yesus ketika mereka tidak berdaya, ada yang tatapannya kosong mulai bercahaya, ada yang merasa ketakutan dan dikuatkan kembali, semuanya itu membuat hatiku bersukacita didalam melayani Tuhan.
Allah sendiri yang memberikan jalan keluar atas dosa dan kematian, yaitu dengan sistem penggantian atau substitusi. Setelah manusia berdosa, dijalankan sistem penggantian. Setelah Adam berdosa di hadapan Allah, Allah menentukan sistem penggantian dengan darah yang dicucurkan, binatang yang mati dibunuh. Pertama binatang yang dibunuh untuk pakaian Adam dan Hawa, kemudian ada korban Habel yang diterima. Ada sistem penggantian. Tetapi sistem korban orang Israel tidak mencapai puncaknya, hanya merupakan satu simbol atau bayang-bayang yang akan datang. Kalau kita bandingkan dengan Ibrani 10:1-5, binatang tidak mungkin mengganti manusia karena ada perbedaan kualitas. Yang bisa menggantikan manusia haruslah manusia juga. Maka dikatakan, tidak ada cara lain, Allah Bapa menentukan Tuhan Yesus Kristus menjadi jalan pendamaian, yakni harus mati menebus dosa, harus mati untuk membayar hutang dosa dengan memakukan surat dakwaan, surat hutang itu di kayu salib (Roma 3:25; Kolose 2:14-15). Itu cara yang Allah tentukan, dan hanya satu cara itu. Manusia bersalah kepada Allah, harus Allah yang menentukan cara pengampunan, dan cara pengampunan itu adalah melalui kematian Kristus Yesus di kayu salib - yang menggantikan.
Apakah itu adil? Bukankah Allah adalah Allah yang adil, yang salah yang dihukum, yang tidak bersalah dibebaskan? Mengapa Kristus yang tidak bersalah dihukum, dijadikan berdosa, dan kita yang bersalah di dalam Dia dibenarkan? Kalau demikian, apakah ada keadilan Allah? Ada. Yang salah tetap dihukum, tetapi Allah menggunakan sistem substitusi atau sistem penggantian. Dan sistem penggantian adalah satu-satunya cara yang Allah tentukan. Kalau begitu, apakah Kristus Yesus dipaksa? Tidak. Dia rela. Dia mau. “Aku datang untuk menjalankan kehendak-Mu, Aku datang untuk memberikan nyawa-Ku bagi tebusan untuk banyak orang.” (Ibrani 10:7; Matius 20:28 ). Dia tahu apa yang dilakukan-Nya. Ia jalankan itu di dalam kerelaan, jadi tidak ada pemaksaan.
Apakah satu orang bisa menggantikan seluruh dunia? Ya, karena beda secara kualitas. Tuhan Yesus adalah manusia sejati dan Allah yang sejati. Manusia tidak bisa menjadi Allah, tetapi Allah bisa menjelma menjadi manusia. Kita percaya Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, untuk membayar harga, menebus kita, membeli kita ulang. Apa pantas? Ya, karena Dia Allah, kualitasnya lain. Di Indonesia misalnya, beras bisa ditukar dengan pesawat terbang. Di sini kita bicara tentang kualitas. Satu pesawat terbang bisa ditukar menjadi butiran beras yang tak terhitung. Kristus adalah Allah yang sejati, maka Dia bisa menggantikan semua manusia yang berdosa. Hal ini Dia lakukan melalui kematian-Nya di kayu salib. Sesungguhnya penderitaan Kristus tidak dimulai di Taman Getsemani, tetapi tatkala Dia menjadi manusia. Dia lahir di kandang domba; Kristus sudah mulai menderita, sebab Ia adalah Allah yang tidak terbatas menjadi terbatas, Allah yang mulia menjadi hina. Seumur hidup-Nya, Dia dikatakan sebagai “the man of sorrow”, manusia yang menderita. Serigala punya lubang, burung punya sarang, tetapi Dia, Anak Manusia, tidak ada tempat untuk meletakkan kepala-Nya (Lukas 9:58 ). Dia Pencipta alam semesta, tapi tatkala Dia datang pada alam ciptaan-Nya, dunia, bahkan umat pilihan-Nya, yaitu bangsa Israel menolak Dia (Yohanes 1:10-11). Dia mengalami sengsara, dan puncaknya adalah di kayu salib. Penderitaan-Nya bisa menggantikan.
Lukas mencatat bahwa pada malam Dia menyerahkan diri setelah berdoa di Taman Getsemani, keringat-Nya seperti titik-titik darah (Lukas 22:44). Ada dua tafsiran mengenai hal ini: bisa deras seperti darah, bisa juga berwarna seperti darah karena hermatidrosis - pembuluh darah di bawah kulit-Nya pecah karena ketegangan yang luar biasa. Saat itu, malam itu, Dia diadili, dipukul, diludahi, ditampar, ditendang, diolok-olok, dipermainkan, hingga sekujur tubuh-Nya babak-belur, dan kemudian juga disesah - dipukuli dengan cambuk sehingga sekujur tubuh-Nya penuh luka dan berdarah. Begitu buruk rupa-Nya, sehingga bukan seperti manusia lagi. Itu belum puncaknya, sampai Dia dipakukan di kayu salib di puncak Golgota. Dosa isi dunia ditanggungkan atas-Nya. Dia yang tidak berdosa dijadikan berdosa karena kerelaan-Nya, supaya kita dibenarkan (2 Korintus 5:21). Yesus berseru dengan suara nyaring, “Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Kau tinggalkan Aku?” Kita tidak bisa mengerti mengapa Allah bisa meninggalkan Allah. Mengapa Allah dalam persekutuan yang kekal itu mengalami suatu perpisahan? Tetapi yang kita mengerti adalah melalui perpisahan itu, kita yang tadinya berpisah dari Allah, boleh dipersekutukan lagi di dalam Kristus.” Perpisahan itu menggambarkan penghakiman, penghukuman yang kekal. Kita memang seharusnya dihukum kekal, permanen. Tetapi Kristus menggantikan kita, supaya kita bisa dilepaskan dari penghukuman Allah. Murka Allah ditimpakan kepada Kristus untuk memuaskan hati Allah.
Alkitab mencatat dalam kata propisiasi, dalam Roma 3:25 tadi, Kristus ditentukan menjadi jalan pendamaian. Kata propisiasi berbeda dengan kata rekonsiliasi yang berarti pendamaian. Sering digambarkan bahwa antara Allah dan manusia ada suatu tembok yang tidak bisa ditembus, lalu tembok itu dirobohkan dengan salib Kristus; ini adalah rekonsiliasi. Penghalang yang membuat perpisahan dihilangkan, sehingga yang terpisah disatukan kembali. Tetapi propisiasi itu menggambarkan Allah yang murka. Murka-Nya tidak bisa dihentikan dan menuntut semua manusia dihukum selama-lamanya. Murka-Nya hanya bisa dihentikan oleh satu, korban yang memuaskan Dia. Hanya satu saja yang dapat memuaskan, yaitu Kristus, korban yang bisa menghentikan murka Allah sekaligus membuat Allah tidak lagi menghukum karena Dia puas. Kristus satu-satunya jalan, tidak ada yang lain. Melalui kematian di kayu salib, Dia merobek tirai pemisah. Dia menebus. Dia membayar hutang dosa kita. Kita yang terjual di bawah kuasa dosa, kita yang berhutang di hadapan Allah, Kristus membeli kita ulang dengan membayarkan diri-Nya sebagai pengganti. Dialah yang memberikan kita hidup, yang menjadikan kita hidup, memberi kita hidup yang kekal. Hidup yang kekal, bukanlah hidup selama-lamanya. Hidup yang kekal adalah hidup yang digabungkan dengan Allah kembali, bersekutu atau berelasi dengan Allah, union with Christ, disatukan dengan Kristus. Dan ini tidak bisa dipisahkan. Kita bisa mati secara fisik, tetapi saat kita mati secara fisik, persekutuan ini tidak berakhir. Nanti dibangkitkan, tetap ada persekutuan dengan Allah. Maka Paulus berkata, “Aku yakin bahwa hidup maupun mati, pemerintah yang sekarang maupun yang akan datang, makhluk lain, atau kerajaan angkasa, tidak bisa memisahkan kita dari kasih Allah yang ada di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.” (Roma 8:36-39). Satu kepastian keselamatan telah diberikan.
* Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Daud sering membuat nyanyian Mazmur, dengan kecapi-kecapinya. Di setiap kesempatan apa saja, mau senang, susah, sakit, takut, dll Daud selalu membuat puisi-puisi doanya, nyanyiannya, harapannya, dll pada Tuhan dan dijilid dalam kitab Mazmur. Walaupun tidak semua pasal dalam kitab Mazmur adalah karangan Daud, akan tetapi sebagian besar adalah karya daripada Daud yang diurapi Tuhan sebagai pemusik, penyair, pemazmur yang luar biasa.
Daud adalah pemazmur favourite Israel (II Sam 23; 1)
Nah kali ini kita akan mengajak anak-anak membuat BUKU TEKS NYANYIAN MAZMUR DAUD. Mazmur yang kita angkat kali ini adalah Mazmur 51 yang memiliki latar belakang pengakuan dosa Daud ( namun demikian guru dapat mengganti pilihan, jadi tidak harus mazmur 51 ini, boleh mazmur yang lain- asal latar belakangnya jelas dan dapat dijadikan acuan awal)
Buku ini berbeda sekali dengan buku pada umumnya, karena buku ini terdiri dari halaman-halaman yang berwarna-warni, dimana tiap warna tidak asal-asalan dipilih, melainkan setiap warna ini mengandung suatu arti yang sangat mendalam, sesuai dengan arti-arti warna di dalam Alkitab.
Ajak anak-anak membaca pasal-pasal lain yang terkait dengan Mazmur 51 ini yaitu II Sam 11- wajib ( dan 12- jika ada waktu) , setelah itu kita ajak mereka membuka kitab Mazmur 51.
Jelaskan pada mereka bahwa Daud sudah melakukan dosa yang begitu ngeri, dan setelah ditegur nabi Natan, Daud bertobat serta menuliskan Mazmur 51 ini.
Nah kita akan merenungkan pengakuan dosa Daud ini ayat demi ayat, dengan memilih warna kecapi apa yang cocok untuk ditempelkan pada tiap ayat Mazmur 51 ini sesuai dengan suasana hati Daud.
Yang kita butuhkan adalah:
Kamus Arti Warna dalam Alkitab ( ada disediakan dalam lampiran)
Kertas Lipat berwarna-warni, siap print gambar kecapi Daud. Tiap warna akan kita sediakan 10 lembar, misalnya 10 lembar warna merah, 10 hijau, 10 coklat, dll
Gambar Kecapi Daud, pindahkan dan print sesuai ukuran kertas lipat yang dipakai
Lem Kertas
Pelubang kertas
Pita untuk menjilid
Tips Pemilihan Kertas Lipat dan seputar tehnik print:
Contoh pada foto adalah kertas lipat ukuran 14X14 cm
Kertas lipat ada yang bolak balik ada yang tidak, jika anda memilih kertas lipat yang bolak balik sama warna , maka anda perhatikan apakah jenis kertasnya licin atau tidak, karna apabila licin, tidak bisa di print gambar kecapi nantinya. Namun apabila anda menemukan kertas lipat yang tidak bolak balik, serta kertasnya licin pada permukaan berwarna, lihatlah apakah baliknya yang putih itu kertasnya tidak licin, apabila kertas di baliknya tidak licin, anda boleh memilihnya untuk bagian belakang dapat anda print kecapi Daud seperti pada foto contoh.
Chek pada kertas lipat anda apakah ada warna hitam, apabila tidak ada warna hitam terpaksa anda ambil kertas lain ( jangan kertas marmer karena terlalu tipis tidak bisa di print) Kertas lain tersebut yang berwarna hitam harus kita tempel baliknya dengan warna putih agar di bagian yang putih tersebut dapat kita print gambar kecapinya. Gunting dengan ukuran yang sama dengan kertas lipat lainnya.
Pada kertas lipat umumnya tidak ada warna abu-abu dan juga tidak ada warna putih, oleh karna itu anda harus menambahkan kertas lain yang berwarna abu-abu dan putih, gunting dengan ukuran yang sama dengan kertas lipat lainnya.
Sebelum anda print, ada baiknya anda ukur terlebih dahulu ukuran kertas (pada margin komputer anda) agar disesuaikan dengan ukuran gambar yang akan di print
Teks Mazmur pasal 51 ini telah kita persiapkan ayat demi ayat lengkap dengan judulnya dan siap digunting oleh kita dari rumah, masukkan ke dalam kotak pensil/ plastik agar tidak tercecer.
Jadi seluruhnya kita nantinya akan memiliki 21 potong ayat, 1 potong judul, jadi total ada 22 potong dari Mazmur 51 ini.
Bagi potongan-potongan ayat ini pada anak-anak sesuai jumlah anak ataupun jumlah kelompok secara merata.
Setelah menerima ayat yang menjadi tugas mereka, mintalah mereka merenungkan pengakuan dosa Daud ini , apakah inti dari ayat itu dan kira-kira warna kertas lipat apa yang cocok untuk ayat itu.
Anak-anak tidak perlu merenungkan seluruh ayat (21 ) ayat, per anak, karena nanti pada acara pentas puisi mereka akan mendengarkan ayat ini dibaca secara keseluruhan.
Kini setelah menemukan yang cocok , misalnya pada JUDUL ; MAZMUR 51. Pengakuan Dosa. Mungkin yang cocok adalah warna hitam yang melambangkan dosa, maka ketikan judul ini akan dilem di kertas lipat berwarna hitam tadi. Demikian seterusnya.
Yang sudah selesai boleh dikumpulkan dan guru membantu pra jilid, dengan memberi lubang pada kertas dengan bantuan alat pelubang kertas. Tips: pada pelubang kertas ada tanda tengah/as, jadi untuk mendapatkan hasil lubang yang rata pada tiap lembar, pastikan kertas kita lipat untuk mendapatkan bagian tengahnya (lipatan sedikit saja) lalu tanda lipatan kita paskan dengan tanda tengah pada pelubang kertas tersebut, sehingga hasilnya bisa rapi.
Setelah semua kelompok selesai menempelkan ayat pada kertas lipat yang paling sesuai warnanya, maka kita akan bersama-sama mengurutkan tiap ayat sesuai urutan pada Alkitab Mazmur 51 setelah terurut dari atas judul, ayat 1, ayat 2 dst sampai ayat 21, kini siap kita jilid menggunakan pita.
MEMBACA PUISI DAUD
Beri tiap kelompok kesempatan untuk berlatih membaca puisi Daud ini, serta persiapan untuk presentasi
Jilid semua menjadi satu buku, setelah itu akan kita gelar, PENTAS PUISI MAZMUR 51 yang dibaca oleh wakil-wakil kelompok atau tiap anak secara bergiliran.
Tiap pembaca harus berusaha berintonasi dan berekspresi yang mewakili suasana hati Daud dari ayat ke ayat yang ditunjukkan dengan warna yang berbeda-beda tersebut.
Jika para pembaca belum bisa mewakili isi hati Daud, guru boleh mengajar, melatih, mencontohkan, dll sebelum pentas berlangsung.
Tata cara pentas puisi: tiap anak membaca satu saja ayat, setelah itu dia bertugas membalikkan lembar berikutnya untuk menolong teman di sebelah dapat langsung membaca ayat berikutnya. Teman di sebelah setelah membaca, dia membalik lagi lembar berikutnya untuk teman di sebelahnya lagi, demikian seterusnya. Apabila sampai di teman yang paling ujung , padahal puisi belum selesai dibaca semua, maka akan kembali ke orang pertama.
KESIMPULAN:
Daud tidak gengsi mengakui kesalahan dan dosanya, serta menunjukkan teladan dalam pertobatannya.
Berikut ini adalah ringkasan daripada arti-arti warna yang dapat dibaca di:
hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
4. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku dari dosaku!
5. Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku,
aku senantiasa bergumul dengan dosaku
6. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa
dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,
supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu,
bersih dalam penghukuman-Mu.
7. Sesungguhnya, dalam kesalahanaku diperanakkan,
dalam dosa aku dikandung ibuku.
8. Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin,
dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
9.Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop,
maka aku menjadi tahir,
basuhlah aku,
maka aku menjadi lebih putih dari salju!
10.Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita,
biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
11. Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku,
hapuskanlah segala kesalahanku!
12. Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah,
dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
13.Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
14.Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan
karena selamat yang dari pada-Mu,
dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
15. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu
kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran,
supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
16. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah,
Allah keselamatanku,
maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
17. Ya Tuhan, bukalah bibirku,
supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
18. Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan;
sekiranya kupersembahkan korban bakaran,
Engkau tidak menyukainya.
19. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
20. Lakukanlah kebaikan kepada Sion
menurut kerelaan hati-Mu
bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
21. Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar,
korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya;
maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.
Anda dapat saja mengganti materi ini dengan mazmur pasal yang lainnya, dengan tips sebagai berikut:
Ajak anak anak mengenali latar belakang peristiwa dari mazmur itu ( apabila ada) dan ajak mereka membaca dari bagian Alkitab lainnya yang terkait
Simpulkan setiap materi ini dengan membahas karakter tokoh dari si pemazmur.
wiarna hitam terpaksa kita pakai kertas lain apabila pada kertas lipat yang kita beli tidak ada warna hitam, akan tetapi jangan memakai jenis kertas marmer seperti yang ada pada foto ini karena setelah saya coba tidak dapat di print karna terlalu tipis, anda bisa memakai kertas lain atau bisa beli kertas lipat yang ada warna hitamnyawarna putih juga kita potongkan dari kertas print biasa dengan ukuran yang sama dengan ukuran kertas lipat lainnyaprint gambar kecapi Daud pada bagian belakang daripada kertas lipat tersebutuntuk print ini memakan waktu jadi anda harus sediakan waktu khusus untuk mempersiapkan hal ini. Berhati hatilah saat mencetak karena kita harus memastikan kertas kering dari tinta sebelum tersentuh kertas lain di atasnyawarna warna yang sudah siap dan lengkap masing masing warna sediakan 10 potongjudul dan juga tiap ayat siap gunting. Pada foto tidak terlihat nomor ayat akan tetapi sudah saya ralat, jadi di setiap ayat sebaiknya kita cantumkan nomor ayat agar memudahkan penjilitan nanti dapat mengurutkan dengan mudahdemikian yang sudah dipotongpenataan di awal kelas adalah unsur kesengajaan agar anak-anak penasaran untuk apakah ini nanti..??pelubang kertas, ayat, lempita , gunting. Pada gambar tampak pitanya adalah pita kaku, seharusnya kita pakai pita yang lebih lentur yaa….
seperti ini buku yang sudah jadi ada tampak print kecapi Daud, ada juga tampak kertas lipat warna yang sudah ditempeli ayat
wah sederhana tapi menarik bu grace dan seru pastinya. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati Ibu.
Rate This
Puji Tuhan, ide materi ini sudah lama sekali ada dalam diri saya, dan sudah saya kumpulkan data-data arti warna dlsb di kompt saya, dan gambar kecapi sudah ada dari dulu itu ( mungkin sekitar 3 tahun lalu) dan waktu baru dipraktekkan SEKARANG INI…hasilnya lebih keren dari yang saya bayangkan. Seru…!! Benar-benar seru seperti yang kakak bayangkan tentunya !
Data mengenai arti warna akan terus saya selidiki terus Kak Teresa, nanti ke depannya akan saya tambahkan di tulisan ini….GBU !
2 thoughts on “70. SUASANA HATI DAUD”